Tingkatkan Ekspor Kendaraan, IPC Car Terminal Implementasi Automatic Gate System

  • Whatsapp

Jakarta, Maritim Indonesia — Di era industri 4.0 saat ini, perkembangan ekonomi digital melaju sangat pesat, termasuk di sektor sistem pembayaran (payment system technology). Saat ini gerakan non tunai (cashless society) sudah semakin akrab di kalangan masyarakat sehingga penggunaan uang kertas menjadi berkurang.

Seiring dengan perkembangan jaman dan menghadapi tantangan industri yang kian ketat, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk/IPC Car Terminal (IPCC) memiliki Roadmap di tahun 2020 yaitu menjadi pengelola terminal kendaraan berkelas dunia.

Demikian disampaikan Direktur Operasi & Teknik PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk/IPC Car Terminal (IPCC), Bunyamin Sukur, melalui siaran pers, Kamis (30/1).

“Di awal tahun ini, bekerja sama dengan Bank BNI kami mengimplementasikan Automatic Gate System, dengan digitalisasi pembayaran menggunakan media uang elektronik,” ucap Bunyamin Sukur.

Lebih jauh dijelaskan, dalam penggunaannya, uang elektronik Bank BNI atau Tapcash akan menjadi Truck Identification Document (TID) untuk setiap truk pembawa kendaraan (Car Carrier) yang masuk ke dalam terminal sesuai dengan nomor yang tertera di bagian belakang Tapcash. Adapun tarif yang akan didebet dari Tapcash tetap berlaku sama yaitu untuk Car Carrier dikenakan biaya masuk sebesar Rp30.000,- dan untuk Towing sebesar Rp10.000,-.

“Tarif tersebut sudah berlaku sejak bulan Juli 2019 namun masih menggunakan kupon untuk pembayarannya. Saat ini kami digitalisasikan ke dalam bentuk uang elektronik agar mempermudah dan mempercepat pelayanan di gate in,” jelasnya.

Dijelaskan juga, Autogate system adalah sistem gate in and out yang diterapkan di terminal IPCC, dimana car carrier, truk, alat berat dan kendaraan yang akan masuk ke terminal hanya cukup melakukan tap TID Card pada mesin Reader yang tersedia di gate. Setelah proses tapping maka sistem secara otomatis akan membaca dan mengidentifikasi baik dari dokumen eksport, Vehicle Indentification Number (VIN), Nota Permintaan Ekspor yang telah di Announce (NPEA), identifikasi Nomor Polisi Carrier dan identifikasi driver.

“Tak hanya itu, termasuk di dalamnya terdapat jenis kendaraan atau CBU yang dibawa dengan car carrier. Apabila semua proses telah sesuai dengan data Announce maka secara otomatis gate tersebut akan terbuka,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk/IPC Car Terminal (IPCC), Ade Hartono mengatakan, manfaat Autogate System ini adalah mempercepat proses ekspor kendaraan, sesuai dengan instruksi Presiden untuk peningkatan eskpor dari Indonesia antara lain Kendaraan; mempermudah dalam pengawasan pihak Bea Cukai dengan sistem yang terintegrasi; informasi dapat diterima secara realtime terhadap aktifitas delivery/pengantaran kendaraan; meminimalisir kesalahan dalam proses dokumentasi; optimalisasi pendapatan hingga mengurangi human error dalam pelayanan.

“Hadirnya sistem autogate tentunya bertujuan untuk mendeteksi jumlah kendaraan, baik car carrier maupun unit kendaraan yang masuk, rencana integrasi sistem billing operasi dan sistem keuangan, intensifikasi penyelesaian piutang, serta perbaikan maupun pengendalian biaya agar tercapai kinerja yang diharapkan. Adanya langkah ini juga sebagai upaya pencegahan pungli di area pelabuhan. Di tahun 2020 ini, perusahaan secara konsisten mengembangkan berbagai sistem agar lebih modern dan digital untuk mempercepat proses pelayanan,” Pungkas Ade Hartono.

(Ire Djafar)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *