Tertangkap Adanya Distress Alert Signal EPIRB dari Kapal MV Big Lilly, Pangkalan PLP Tanjung Priok dan Basarnas Gerak Cepat

banner 468x60
Sea And Coast Guard - Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok bersama Basarnas bergerak cepat ungkap kesalahan Distress Alert Signal EPIRB dari Kapal MV. Big Lilly.
Sea And Coast Guard – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok bersama Basarnas bergerak cepat ungkap kesalahan Distress Alert Signal EPIRB dari Kapal MV. Big Lilly.

Maritim Indonesia – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok yang di pimpin langsung oleh Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok, Dr. Triono, S.Pel, M.M melakukan pemeriksaan terhadap kapal MV. Big Lilly di Perairan Teluk Jakarta, terkait ditemukannya Distress Alert Signal EPIRB dari kapal MV. Big Lilly, berbendera Marshal Island, yang terdeteksi di perairan Blinyu, Belitung.

Dalam pemeriksaan kapal MV. Big Lilly tersebut, Pangkalan PLP Tanjung Priok berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Basarnas Jakarta, Basarnas Pangkal Pinang, VTS Disnav Tanjung Priok dan KSOP Utama Tanjung Priok, Jumat (17/5).

Read More
banner 300x250

Untuk diketahui, pada hari Jumat, tanggal 17 Mei 2024 pukul 14.00 WIB, Kantor SAR Pangkal Pinang menerima data pemancaran sinyal Distress Signal EPIRB dari kapal MV. Big Lilly, Flag Marshal Island, MMSI 538009951, Call Sign V7A5382, jenis kapal Dry Cargo, yang terdeteksi pada posisi 60 NM utara perairan Blinyu, Belitung. Kapal ini berangkat dari Malaysia dengan tujuan Tanjung Priok, Jakarta.

Kemudian berdasarkan hasil pemeriksaan nahkoda kapal MV. Big Lilly oleh tim dari Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok, bersama dengan personil BASARNAS Jakarta dan KSOP Utama Tanjung Priok, diketahui bahwa telah terjadi kesalahan (Error) saat melakukan pengetesan alat EPIRB (Emergency Position Indicating Radio Beacon).

Pada akhirnya Nahkoda kapal mengakui,  bahwa pengetesan tersebut dilakukan untuk memastikan alat berfungsi dengan baik, namun karena tidak adanya laporan yang sesuai, sinyal tersebut tertangkap sebagai distress signal. Diketahui sinyal ini terdeteksi di perairan utara Belinyu, Belitung, sementara posisi kapal sebenarnya berada di perairan Teluk Jakarta, Kepulauan Seribu, dengan tujuan akhir Tanjung Priok.

“Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pengetesan alat keselamatan dan memastikan prosedur yang tepat agar tidak menimbulkan kebingungan atau tindakan penyelamatan yang tidak perlu,” kata Dr. Triono.

Ditegaskan juga, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai Kelas I Tanjung Priok bersama BASARNAS Jakarta dan instansi terkait akan terus meningkatkan koordinasi dan kerjasama untuk memastikan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia dengan responsif. (ire djafar)

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *