Tercatat Pada Rekor MURI, JICT Terus Tunjukkan Komitmen Dukung Pelestarian Lingkungan dan Program Hijau

banner 468x60
Dirut JICT Ade Hartono, bersama siswa/i SMA 13 Jakut, dalam kegiatan “Recycling wasted cooking oil into 1000 aromatherapy candles”.
Dirut PT  JICT Ade Hartono, bersama siswa/i SMA 13 Jakut, dalam kegiatan “Recycling wasted cooking oil into 1000 aromatherapy candles”.

Maritim Indonesia — PT Jakarta International Container Terminal (PT JICT) yang merupakan operator terminal peti kemas tersibuk di Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program CSR nya.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional dan Hari Jadi Kota Jakarta ke-497 Tahun, PT JICT memberikan dukungan penuh pada program lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Jakarta Utara dalam kegiatan “Recycling wasted cooking oil into 1000 aromatherapy candles” atau pemanfaatan minyak masak bekas menjadi 1000 lilin aromaterapi.

Read More
banner 300x250

Kegiatan itu juga di catat kan pada Rekor Nasional Museum Rekor Indonesia atau MURI. Kegiatan Daur Ulang minyak jelantah ini merupakan salah satu bagian program CSR JICT dalam  mendukung program program Hijau di sekolah sekaligus Upaya mewujudkan program Zero Waste dan Eco Green Society.

“Ini selaligus menunjukkan komitmen JICT dalam mendukung pelestarian lingkungan melalui program CSR nya,” ujar Direktur Utama PT JICT, Ade Hartono, di Jakarta, Selasa (7/5).

Seperti kita ketajui bersama, minyak goreng bekas merupakan penyebab pencemaran air terbesar setelah limbah kimia pabrik. Disisi lain, sudah ada regulasi Pemerintah perihal pembuangan sisa industri dan sampah rumah tangga telah diatur dalam peraturan nasional oleh Kementerial Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam PP 74 Tahun 2001 tentang pengelolaan bahan berbahaya dan beracun; PP 81 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga; dan PP 101 Tahun 2014 tentang pengelolaan limbah bahan baku berbahaya dan beracun.

Tetapi pada umumnya masyarakat masih  membuang minyak bekas tak terpakai (jelantah) ke tanah maupun ke saluran air, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan

Karenanya, ide daur ulang minyak Jelantah menjadi produk lilin aromaterapi adalah salah satu solusi tepat dalam meningkatkan kesadaran siswa untuk tidak melakukan pencemaran lingkungan selanjutnya.  Bahkan, memproduksi lilin lilin ini  juga dapat memberikan peluang bisnis yang menjanjikan dari segi perekonomian.

Ade Hartono mengatakan, JICT sangat mendukung penuh kegiatan sekolah yang peduli pada pelestarian lingkungan, lantaran hal ini merupakan komitmen JICT untuk selalu menjadi perusahaan yang berkontribusi positif pada Masyarakat melalui program program Sosial dan Lingkungan , terutama lingkungan di Jakarta Utara.

“Kami ingin memberikan yang terbaik bagi lingkungan dan masyarakatnya. Kami selalu mendukung sekolah sekolah yang memiliki program penghijauan, sekolah sekolah yang menjadikan program program Hijau sebagai kebiasan, hingga budaya  budaya peduli lingkungan,” ungkap Ade Hartono.

“Kegiatan pada hari ini adalah awal yang baik untuk menumbuhkan kemauan dan kemampuan seluruh warga sekolah dan masyarakat dalam pelestarian lingkungan,” tambahnya.

Selain kegiatan Daur Ulang, lanjutnya, program CSR JICT juga memberikan perhatian penuh pada Pendidikan melalui Green Dock School dan Rumah Belajar, juga program kesehatan seperti Pengurangan Angka Stunting pada Balita dan kegiatan sosial lainnya.

“Program CSR kami, merupakan salah satu wujud partisipasi PT JICT dalam Pembangunan berkelanjutan kami berkontribusi untuk menjaga operasional bisnis tetap berjalan tapi juga teguh untuk mengembangkan Masyarakat melalui banyak kegiatan, salah satunya adalah memininalkan limbah, dan pemeliharaan lingkungan hidup seperti program pada hari ini,,” pungkas Ade Hartono.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim juga hadir dan turut memberikan apresiasi atas dukungan PT JICT pada program sekolah tersebut.

“Kegiatan membuat Lilin Aromaterapy dari Minyak Jelantah ini dapat menjadi wadah edukasi kepada anak anak didik bahwa limbah yang dibuang sembarangan akan berdampak negative dan merusak lingkungan, namun juka dimanfaatkan dan diolah dengan tepat maka dapat bernilai ekonomis,” tutur Ali Maulana. (ire djafar)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *