SPJM Dukung Pemerintah Percepat Arus Lognas, ini Langkah Transformasi Layanan Marine dan Ekspansi Bisnisnya

banner 468x60

Maritim Indonesia – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui subholdingnya, PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM), telah melakukan transformasi dalam layanan marine berbagai ekspansi bisnis.

Demi mendukung program Pemerintah dalam upaya percepatan arus logistik nasional serta penerapan National Logistic Ecosystem (NLE), Pelindo menghadiri aplikasi Phinnisi yang merupakan single platform untuk jasa layanan kapal yang terintegrasi dengan Inaportnet.

Read More
banner 300x250

Ini juga Sebagai langkah nyata untuk merealisasikan visi SPJM sebagai Service and Operational Provider, Perusahan telah memetakan beberapa pengembangan. Satu dari inisiatif strategis itu adalah dengan menghadirkan Phinnisi, yang telah sukses diimplementasikan di 33 cabang pelabuhan.

“Setiap kapal yang masuk dan dilayani, kami berikan kemudahan melalui implementasi system yang lebih terintegrasi. Bagi pelanggan itu dapat memberikan manfaat berupa transparansi layanan dan juga lebih terkontrol.” kata Direktur SDM dan Umum PT Pelindo Jasa Maritim  Rachmat Prayogi di Jakarta, Sabtu (23/12).

Lebih lanjut dia menjelaskan Phinnisi merupakan platform sistem operasi layanan kapal yang dikembangkan secara internal oleh grup Pelindo, yang bersifat End to End, menyediakan fitur terpadu sepenuhnya sebagai Order Management, Front-End dan Back-End dalam proses layanan kapal, serta mendukung pemenuhan siklus Order to Cash dan Record to Report dalam satu platform.

Dengan aplikasi Phinnisi, lanjutnya, seluruh sumber daya pelayanan akan terhubung secara langsung dan real time dengan pusat pengendalian operasi sehingga data layanan valid dan langsung memproduksi nota untuk pengguna jasa.

“Tidak ada lagi pelayanan face to face di bisnis Pemanduan dan Penundaan, semua proses mulai dari order sampai dengan nota sudah terdigitalisasi, “ lanjut Rachmat.

Dijelaskan Rachmat, sistem ini memiliki beberapa kelebihan, yaitu pertama, multi lokasi atau dapat digunakan untuk mendukung pengoperasian layanan kapal di semua pelabuhan dan tersentralisasi. Kedua, arsitektur sistemnya berbasis teknologi Cloud dengan tingkat availabilitas yang tinggi dan cepat dalam deployment (pemanfaatannya).

“Ketiga, sistem ini sangat adaptif dan efektif, sehingga sistem operasi sesuai proses bisnis layanan kapal yang fleksibel dengan dukungan pengembangan yang berkesinambungan,” tambahnya.

Dikatakan juga, “Phinnisi dibangun dan dapat diintegrasikan dengan National Logistic Ecosystem (NLE) sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk memangkas birokrasi. Kolaborasi strategis ini diharapkan dapat membantu tujuan pemerintah untuk menyederhanakan proses logistik yang dapat berdampak positif bagi para pemangku kepentingan.”

Sebagai informasi, lokasi dimana Phinnisi telah terimplementasi adalah Pontianak, Palembang, Dumai, Makassar, Tanjung Perak dan Gresik, Tanjung Wangi, Bengkulu, Tanjung Emas, Tanjung Intan, Cirebon, Banjarmasin, Bitung, Pantoloan, Kendari, Benoa, Ambon, Sorong, Merauke, Kupang, Tarakan, Nunukan, Lembar, Jambi, Tanjung Pinang, Kuala Tanjung, Tanjung Balai Karimun, Tanjung Balai Asahan, bengkalis, Pangkal Balam, Sei Pakning dan Perawang, Sambu dan Nipah, Lhokseumawe, dan Malahayati.

(ire djafar)

 

 

 

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *