Shore to Ship Power Connection, Wujudkan Green Port dan Hemat Energi Kapal Saat Sandar

  • Whatsapp

Ket.gbr: Kepala OP Tanjung Priok,
Dr. Capt. Wisnu Handoko, M.Sc. (kiri), bertindak selaku moderator, dan para nara sumber, Dr. Indra Ranu, ST, M.Sc, Dosen Teknik Sistem Perkapalan Institut ITS  (tengah), dan Rudiyanto, Dirut BKI (kanan), serta Keynote Speaker Nani Hendiarti, Deputi Koord Bidang Lingkungan dan Kehutanan Kemenko Marves, secara virtual dari Dubai.

Maritim Indonesia – PT Energi Pelabuhan Indonesia (PT EPI) bersama Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (OP) Tanjung Priok menggelar acara Forum Ecoport, di Hotel Aston Kemayoran Jakarta Utara, Rabu, (30/3).

Read More

Acara yang mengusung tema “Mewujudkan Greenport Pelabuhan Tanjung Priok Melalui Shore to Ship Power Connection Toward Green Port of tanjung Priok by Shore to Ship Power  Connection”, digelar secara ofline dengan peserta terbatas, namun juga diikuti oleh kurang lebih 200 peserta offline, yang mengikuti acara melalui virtual.

Plt. Dirjen Perhubungan Laut Capt. Mugen Sartoto dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan, dengan menggunakan shore to ship power maka akan memberikan benefit hemat energi yang berimbas pada biaya logistik juga.

“Akseleri engine saat akan bersandar akan dipindahkan ke port sehingga akan dapat menghemat 15-30% biaya saat sandar kapal,” kata Capt. Mugen.

Menurutnya, hal tersebut karena alatnya dapat mereduksi energi pada beberapa jenis kapal sehingga dapat memberikan benefit penghematan biaya dan energi kapal dibandingkan jika kapal menggunakan mesin bantu sendiri.

“Penerapan ini akan menjadi terobosan untuk menanggulangi isu lingkungan dan energi global,” ungkapnya.

Dia berharap, kedepan dengan isu ini dapat memberikan gambaran media sharing seasion dan bagaimana persyaratan teknis termasuk permasalahan dan solusinya dalam menurunkan atau mengurangi emisi.

“Pilot project ini juga nantinya dapat diikuti juga oleh pelabuhan-pelabuhan lainnya di luar Tanjung Priok,” imbuhnya.

Pelindo Regional II Head, Guna Mulyana menambahkan, bahwa pihaknya mendukung penuh penerapan Green Ecoport di Pelabuhan Tanjung Priok. Dia juga mengapresiasi diadakannya forum Ecoport yang mengusung tema kegiatan mendukung terciptanya Greenport.

“Visinya bagaimana Pelindo ke depan bisa mewujudkan greenport dengan menyediakan alat atau media yang menghemat energi di Pelabuhan,” urainya.

Dikatakan juga, Pelindo melalui PT EPI akan mewujudkan pelabuhan berwawasan lingkungan atau ecoport, dengan tetap memperhatikan aspek-aspek sosial, ekonomi dan terutama lingkungan, jadi bukan hanya berbasis kepada bisnis saja.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Dr. Capt. Wisnu Handoko, M.Sc mengungkapkan, pelabuhan Tanjung Priok terus melakukan berbagai upaya untuk menciptakan Pelabuhan berwawasan lingkungan.

Dijelaskan Capt. Wisnu, Pelabuhan Tanjung Priok melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama selama 4 (empat) tahun berturut-turut secara konsisten telah  mengadakan Forum Ecoport yang secara bergantian mengusung tema kegiatan yang mendukung terciptanya Greenport dan Ecoport  di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Forum ecoport ini telah kita laksanakan sejak tahun 2019. Jadi Forum ini merupakan wahana diskusi dan aksi nyata, PT Pelindo untuk membahas isu-isu terkait ecoport, kita berkumpul bersama untuk mendiskusikan bagaimana upaya kita mewujudkan green dan ecoport, termasuk mendiskusikan bagaimana mengatasi emisi yang terbuang,” jelas Capt. Wisnu.

Dia juga menjelaskan bahwa konsep Ecoport memiliki 4 pilar utama yang harus dikawal tidak hanya di Pelabuhan Tanjung Priok, namun di semua Pelabuhan di Indonesia.

“Ecoport memiliki 4 (empat) pilar utama yang harus dikawal yaitu, pemenuhan semua persyaratan regulasi di bidang lingkungan hidup, penerapan sistem manajemen lingkungan, pelaksanaan green initiatives (inisiatif hijau), Keterlibatan stakeholders untuk mendukung upaya pemenuhan regulasi dan implementasi green initiatives di Pelabuhan,” urainya.

Direktur Utama PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) Imanuddin menyampaikan, PT EPI sebagai bagian dari Pelindo Group telah menempatkan dua unit Frequency Converter dengan kapasitas terpasang masing-masing 500 KVa di Dermaga 209-210 Pelabuhan Tanjung Priok, yang dapat melayani kapal dengan frequency 50 Hz dan 60 Hz.

Frequency Converter ini telah didesain untuk dapat melakukan sinkronisasi secara otomatis dan memiliki stabilizer tegangan sehingga kualitas pasokan listrik dapat terjamin.

“Dua alat ini telah diluncurkan sejak Oktober 2021 dan pilot project pelayaran Meratus telah terlayani,” ungkapnya.

Dia berharap layanan short to ship power connection atau STS dapat melayani pelayaran logistik domestik, internasional, dan angkutan penumpang di semua pelabuhan.

“Tentu saja secara bertahap, kami bidik dulu pelayaran domestik, lalu internasional, dan dilanjutkan angkutan penumpang, untuk menghemat energi perusahnaan pelayaran,” imbuh Imanudin.

Forum Ecoport kali ini menghadirkan Narasumber yaitu Dr. Indra Ranu, ST, M.Sc, Dosen Teknik Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Rudiyanto, Direktur Utama Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Mr. Jorgent Lorentz, Expert on PEMSEA-International Maritime Organization.

Sementara yang bertindak sebagai pembahas, Imanudin, Dirut PT EPI, Silo Santoso, GM PT  Pelindo (Persero) Regional 2 Tanjung Priok, DPP INSA, Dr. Eng M. Badrus Zaman, Konsultan PEMSEA IMO, dan bertindak selaku moderator yaitu Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Dr. Capt. Wisnu Handoko, M.Sc. (idj)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.