Setelah Kemenhan, Bakamla Akan Dapat Kapal Fregat

  • Whatsapp

Jakarta, Marittim Indonessia – Pemerintah pusat berencana membeli kapal sekelas fregat dengan kemampuan jelajah jarak jauh untuk menunjang operasional Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah Menhan Prabowo Subianto telah membeli kapal panjang hingga 150 meter atau ‘Ocean Going’. Pengadaan kapal ini dimaksudkan untuk memperkuat pertahanan laut Indonesia.

“Angkatan laut sudah beli ocean going, kapal yang ocean going 138 meter yang bisa 150 meter. Jadi dia bisa berlayar fregat ini di laut bebas. Kita itu selama 72 tahun merdeka belum punya ocean going,” ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut B Panjaitan di Kantor Kemenko Maritim Jakarta, Jumat (17/1).

Dijelaskan juga, setelah pengadaan untuk Kemenhan, maka selanjutnya kapal sejenis ocean going bisa dibeli juga untuk kebutuhan Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk mengamankan laut Indonesia. Bila perlu, tambahnya, juga akan diadakan kapal, bukan fregat tapi sekelas kapal supaya kapal coast guard bisa juga berlayar di Natuna, ZEE.

“Pemerintah akan membeli kapal sepanjang 143-150 meter untuk Bakamla dari galangan kapal di Denmark. Kapal yang bisa menjelajah dengan cakupan jauh dan bebas sekelas fregat,” ungkapnya.

Menurutnya, pengadaan kapal tersebut terkait dengan kebijakan perikanan di Kepulauan Natuna, Menko Luhut memaparkan, bahwa segala hal di antaranya mengenai rencana para nelayan yang akan dikirim ke Natuna untuk mendukung Sentra Perikanan disana, menurutnya hal tersebut akan berdasarkan kepada hasil studi yang saat ini masih berlangsung.

“Sementara ini studi sedang dibuat dan dari hasil studi nantinya maka akan terjawab semua, jadi Menteri KKP yang akan mengeksekusi, dan hasil studi ini adalah dasarnya. Penegakan hukum tetap akan jadi tugas Bakamla, hasil studi yang akan menjadi dasar kita, para ahli perikanan akan kita kumpulkan, kebijakan itu akan keluar setelah hasil studi keluar,” ungkap Menko Luhut.

Lebih jauh dijelaskan, sektor perikanan di Perairan Natuna kini menjadi perhatian yang sangat penting, pasca masuknya kapal coast guard China yang mengawal kapal-kapal ikan dari negaranya. Mereka melakukan kegiatan penangkapan ikan di perairan Natuna pada wilayah yang ditetapkan sebagai ZEE Indonesia. Salah satu penyebab keadaan seperti itu bisa terjadi dan berlangsung cukup lama, karena di perairan tersebut diperkirakan masih kurang kapal-kapal pengawasan maupun pengamanan yang ada. Untuk itu salah satu upaya mengatasinya, yaitu dengan menghadirkan kapal yang mampu berada di perairan itu dengan jelajah yang tinggi.

“Agar pengamanan di perairan itu semakin terjaga,” pungkas Luhut.

(Ire Djafar)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.