Setelah Integrasi 4 BUMN Pelabuhan, Pelindo Akan Jadi Operator Peti Kemas Terbesar ke-8 di Dunia

  • Whatsapp

Maritim Indonesia – Pemerintah resmi mengumumkan rencana penggabungan atau merger empat BUMN Pelabuhan yakni PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo lV (Persero).

Rencananya merger secara resmi akan dilakukan pada 1 Oktober 2021. Lewat penggabungan tersebut maka keempat BUMN akan menjadi satu perusahaan bernama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Read More

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, penggabungan ini nantinya akan meningkatkan posisi Pelindo sebagai operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs.

“Kami punya visi agar dengan integrasi ini bisa menyatukan seluruh pelabuhan peti kemas di Pelindo, itu akan mencapai skala 16 juta TEUs yang merupakan pelabuhan peti kemas terbesar ke-8 di dunia,” ungkapnya dalam konferensi pers virtual, dikutip hari ini, Rabu (29/9).

“Ini tentunya menjadi salah satu tujuan utama agar kita bisa memiliki integrasi pelabuhan yang berskala global dan bisa bersaing di global,” lanjut Kartika.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono menambahkan, salah satu visi dari merger ini adalah menjadikan Pelindo sebagai operator pelabuhan kelas dunia.

“Visi Pelindo bersatu adalah untuk menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegasi dan berkelas dunia. Kelas dunia artinya itu standar pelayanan,” kata dia.

Ia menjelaskan, setelah penggabungan Pelindo akan melakukan sejumlah transformasi untuk mencapai target sebagai operator pelabuhan kelas dunia. Transformasi itu dilakukan dengan meningkatkan standar kualitas operasional pelabuhan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Kemudian, dengan peningkatan kualitas layanan berbasis pelanggan (customer centric). Selain itu, dengan pengembangan suistainable ports dan persiapan ekspansi regional.

Tidak hanya itu, Pelindo juga akan melakukan penguatan ekosistem logistik melalui peningkatkan kerja sama dengan industri logistik. Lalu melakukan efisiensi supply chain maritim dengan memperluas jaringan pelabuhan, serta meningkatkan nilai perusahaan dengan penguatan struktur keuangan dan pengelolaan aset yang optimal.

“Pelindo ke depannya akan memiliki kontrol dan kendali strategis yang lebih baik. Pengembangan perencanaan akan menjadi lebih holistik untuk jaringan pelabuhan, yang akhirnya akan menurunkan biaya logistik,” pungkas Arif. (Mi/Fakiah)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.