Respons Cepat TTL dan Otoritas Tanjung Perak Atasi Insiden MV Mentari Crystal

  • Whatsapp

Maritim Indonesia – PT Terminal Teluk Lamong menjamin pelayanan operasional bongkar muat di terminal pelabuhannya berjalan normal, menyusul insiden karamnya kapal MV Mentari Crystal pada Minggu (15/11) malam.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Faruq Hidayat dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (16/11).

“Ada sejumlah tahap yang telah kami lakukan untuk menormalkan kembali operasional di TTL yaitu sesaat setelah kejadian kami langsung melakukan evakuasi terhadap ABK dan peti kemas MV Mentari Crystal, langkah selanjutnya yang adalah mengatur dan menyesuaikan skema pelayanan penyandaran kapal di TTL untuk memastikan pelayanan tetap normal,” kata Faruq.

Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak Arif Toha menambahkan, meskipun insiden tersebut berjalan cukup cepat namun berkat kerja sama dan kolaborasi yang baik oleh pihak TTL dengan para pemangku kepentingan terkait, kejadian tersebut bisa segera teratasi dan operasional pelayanan di TTL berjalan baik.

“Berkat kesiapsiagaan dan cepatnya koordinasi yang dilakukan oleh TTL maka pelayanan bisa berjalan normal kembali dan distribusi logistik lancar. Harapannya penanganan evakuasi bisa segera terlaksana dengan baik,” ungkap Arif Toha.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kesyahbandaran Kelas Utama Tanjung Perak Sudiono, menyampaikan fokus pihaknya saat ini adalah memastikan keamanan pelayaran tetap terjaga dan arus logistik berjalan lancar.

Adapun terkait dengan penyebab kejadian tersebut, pihaknya bersama KNKT akan menerjunkan tim untuk mengumpulkan data dan informasi penyebab kejadian tersebut.

“Fokus kita saat ini adalah bagaimana agar pelayaran di Pelabuhan Tanjung Perak tetap lancar dan tidak terganggu, selain itu kami juga memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat insiden tersebut,” ujar Sudiono.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memasang oil boom di lokasi kejadian, terlebih sebanyak 18 ABK kapal bisa diselamatkan dari kejadian yang tidak diinginkan. Dia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang.

Hal senada disampaikan oleh Ketua DPC INSA Surabaya Stenvens Handry Lesawengen, pihaknya mengapresiasi respons cepat dan kompak dari KSOP dan TTL untuk mengatasi insiden tersebut serta koordinasi yang telah dilakukan dengan terminal peti kemas lainnya di Tanjung Perak.

“Kami mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan TTL pasca-kejadian mulai dari mengevakuasi ABK dan petikemas hingga melokalisir lokasi, langkah cepat tersebut membuat kapal lainnya bisa tetap beroperasi,” jelas Stenvens.

Atas kejadian tersebut, perwakilan pemilik MV Mentari Crystal menyatakan, pihaknya akan bertanggung jawab penuh untuk melakukan proses evakuasi kapal miliknya secepatnya hal tersebut bertujuan agar tidak terlalu mengganggu aktivitas operasional pelayanan di TTL.

“Kami akan berupaya secepat mungkin mengevakuasi kapal kami sehingga harapanya tidak mengganggu proses operasional pelayanan yang di lakukan oleh TTL,” kata Anthony Sunardi S selaku perwakilan pemilik MV Mentari Crystal.

(red)

 

 

 

 

 

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.