Pung Nugroho Saksono: Pastikan Berantas Ilegal Fishing Di Wilayah NKRI

  • Whatsapp

Jakarta, Maritim Indonesia — Pasca penangkapan tiga kapal ikan asing berbendera Vietnam di Laut Natuna Utara, pada Senin, 30 Desember 2019 lalu, tahun ini pihak Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen PSDKP), telah menambah dua armada kapal, penambahan armada kapal patroli yang totalnya ada 36 tersebut, untuk memperketat pengawasan keamanan perairan di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono, kepada Maritim Indonesia, di Jakarta, Jumat (10/1).

“Setelah penangkapan tiga kapal ikan ilegal ini, Ditjen Pengawasan dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan-KKP akan terus menguatkan pengawasan di beberapa titik rawan di Indonesia,” ujar Pung Nugroho Saksono.

Ketiga kapal Vietnam yang berhasil ditangkap dan diamankan oleh Ditjen PSDKP itu terdiri dari: KG 95118 TS, ukuran 125 GT, jumlah awak kapal sebanyak 5 orang; KG 94629 TS, ukuran 98 GT, jumlah awak kapal sebanyak 18 0rang; dan KG 93255 TS, ukuran 98 GT, jumlah awak kapal sebanyak 13 orang, yang keseluruhan awak kapalnya adalah warga negara Vietnam.

Menurut Pung Nugroho, untuk lebih meningkatkan pengamanan di wilayah perairan Indonesia, kedepan akan diadakan penambahan kapal patroli yang lebih besar lagi. Hal tersebut sesuai dengan arahan Menteri Kelautan Dan Perikanan, Edhy Prabowo, yang disampaikan saat mengunjungi Stasiun PSDKP Pontianak, pada Kamis, (9/1), didampingi oleh Pung Nugroho, untuk melihat tiga kapal nelayan asing asal Vietnam yang ditangkap di Laut Natuna.

“Fenomena yang terjadi saat ini adalah keinginan negara luar untuk mengambil kekayaan kita semakin meningkat, maka di tahun 2021 kita usulkan penambahan kapal patroli lebih banyak lagi,” jelas Pung Nugroho.

Dia juga menyatakan, bahwa selain menambah armada kapal patroli, pihaknya juga akan menambahkan waktu pengawasan operasional dari biasanya.

“Kita akan lebih banyak hari operasionalnya, 85 hari operasi dalam setahun, nah tahun ini kita mendapat anggaran 150 hari. Jadi tidak semuanya ada di laut, sebagian kapal ke laut, sebagian lagi kapal ada yang di darat. Jadi kami pastikan laut tidak akan kosong oleh kapal patroli KKP dan mungkin teman-teman dari angkatan laut, polisi, dan lainnya,” ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan, beberapa titik rawan perairan yang kerap kali dan nekad disambangi oleh kapal asing ilegal adalah laut Natuna, Selat Malaka, dan kemudian Pasifik, kemudian laut Arafuru. Menurutnya, Kekayaan Dan Sumber Daya Alam di Indonesia yang melimpah menjadi komitmen bersama, untuk menjaga dan lebih meningkatkan pengawasan pengamanan di wilayah perairan NKRI.

“Pengamanan dan pengawasan akan kita tingkatkan dengan tegas, kita tidak akan kendor terutama untuk kapal-kapal asing, jadi sudah menjadi komitmen dari pimpinan untuk semua kapal asing tetap kita lakukan patroli rutin,” pungkasnya.

(Ire Djafar)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.