PSDKP, Korpolairud dan BKIPM Gagalkan Penyelundupan 55 Ton Ikan Ilegal

  • Whatsapp

Maritim Indonesia — Jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Polri saat melaksanakan operasi gabungan, berhasil menggagalkan penyelundupan ikan yang diduga ilegal karena diselundupkan dari luar negeri.

Operasi yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal PSDKP dan BKIPM bersama dengan Direktorat Polair Korpolairud Baharkam, pada Jumat (7/8/2020) dan Sabtu (8/8/2020) tersebut, berhasil mengamankan 55 ton ikan dori (fillet) yang dikemas ke dalam 4 kontainer.

Read More

“4 kontainer yang berisi 55 ton ikan patin (dori) fillet bila dikonversi nilainya sekitar 2,7 milyar,” ujar Dirjen PSDKP, Tubagus Rahayu, di Jakarta, Senin (10/8).

Rahayu mengatakan, setelah penyelundupan ikan ini berhasil digagalkan oleh tim, saat ini ikan tersebut dalam proses karantina sebelum dijadikan barang bukti untuk proses lebih lanjut.

“Terakhir, saya ingin menyampaikan bahwa KKP berkomitmen untuk melindungi industri dalam negeri, termasuk dari upaya penyelundupan seperti ini. Kasus ini selanjutnya akan ditangani bersama-sama oleh Penyidik dari Polair dan Ditjen PSDKP,” tegasnya.

Kepala BKIPM, Rini menambahkan, pihaknya sudah mengidentifikasi dan memantau pergerakan ikan ilegal ini sejak masih berada di Pangkal Balam, Bangka Belitung.

“Pengawas perikanan dan teman-teman dari karantina sudah memperoleh informasi keberadaan ikan ilegal yang diangkut oleh kapal yang berasal dari Tanjung Pinang sejak tanggal 26 Juli dan terus memantau pergerakannya. Pada tanggal 3 Agustus kami sudah mendapatkan informasi bahwa ikan-ikan tersebut sudah dipecah dalam 4 mobil kontainer,” tutur Rini.

Dijelaskannya, 2 mobil kontainer dengan nomor polisi B9107DEV dan B9125NYR  berangkat dengan kapal penyeberangan KM Slavia dari Pelabuhan Pangkal Balam pada tanggal 6 Agustus.

Dan 2 mobil kontainer dengan nomor polisi B9011GEU dan B9013NGU yang berangkat dari Pelabuhan Pangkal Balam pada tanggal 7 Agustus dengan kapal penyeberangan KM Sawita.

Sementara terkait penyidikan, Kepala Korpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol Lotharia Latif mengungkapkan, pihaknya akan mengembangkan lebih lanjut

“Saat ini masih pemeriksaan awal. Ada 4 orang sedang diperiksa sebagai saksi. Akan kita kembangkan, apakah ada peran kelompok atau korporasi yang mengatur (penyelundupan) ini,” ungkap Korpolairud Baharkam Lotaharia Latif.

Seperti diketahui, diduga ada pelanggaran sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perikanan Pasal 16 jo Pasal 88, atau setidaknya Pasal 7 ayat (2) jo Pasal 100, UU Nomor 31 tahun 2004 ttg Perikanan sebagaimana diubah dengan UU Nomor 45 tahun 2009. Selain itu, diduga juga ada pelanggaran terkait dengan ketentuan pengkarantinaan.

(Gizka Ayu)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *