Priok Berlakukan Penyesuaian Tarif Baru Untuk Lo-Lo & Storage Peti Kemas Internasional

  • Whatsapp

Maritim Indonesia – Setelah melalui beberapa tahapan regulasi yang ada, yakni melalui kesepakatan beberapa asosiasi penyedia dan pengguna jasa di pelabuhan Tanjung Priok dan di setujui oleh Kementerian Perhubungan, PT Pelabuhan Indonesia mengumumkan akan memberlakukan tarif baru, untuk pelayanan penumpukan (storage) dan lift on-lift off (Lo-Lo) di terminal peti kemas internasional. Tarif mulai berlaku per kedatangan kapal 15 April 2021 di pelabuhan Tanjung Priok.

Dini Endiyani, SFVP Komunikasi Korporasi Kantor Pusat IPC dan Arif Rusman SVP Pemasaran Kantor Pusat mengatakan, untuk tarif  Lo-Lo untuk peti kemas berukuran 20 kaki yang sebelumnya Rp 187.500/bok menjadi Rp 285 500,- perbok.

Read More

Sedangkan Lo-Lo untuk peti kemas 40 kaki akan menjadi Rp 428.250 perbok dari sebelumnya Rp 281.300,-/bok.

Adapun tarif Storage dari Rp 27.200/bok per hari untuk peti kemas 20 kaki menjadi Rp 42.500/bok. Sedangkan Storage untuk peti kemas 40 kaki Rp 54.400 menjadi Rp 85.000,- perbok.

“Jadi, penaikkan tersebut hanya berlaku untuk pelayanan peti kemas internasional atau ekspor impor,” ujar Arif Rusman dan Dini kepada wartawan, pada Rabu (7/4).

Lebih jauh dijelaskan, pada tanggal 23 Februari 2021, Kemenko Marvest telah ada rekomendasi mengenai penyesuaian tarif di pelabuhan Priok itu kepada Kementerian Perhubungan.

Kemudian pada 8 Maret 2021 telah terbit persetujuan Menteri Perhubungan untuk penaikan tarif tersebut. Atas dasar tersebut, direksi IPC menetapkan untuk penyesuaian tarif tersebut. Selain itu, hal ini juga telah dilaporkan dan dijelaskan ke pihak OP.

Dini Endiyani, SFVP Komunikasi Korporasi Kantor Pusat IPC dan Arif Rusman SVP Pemasaran Kantor Pusat IPC
Dini Endiyani, SFVP Komunikasi Korporasi Kantor Pusat IPC dan Arif Rusman SVP Pemasaran Kantor Pusat IPC

“Kami sudah beberapa kali bersama pihak OP diundang ke Marves untuk menjelaskan mengenai penyesuaian tarif tersebut.” jelasnya.

Dengan naiknya tarif Lolo dan Storage di pelabuhan Tanjung Priok itu, IPC juga menghilangkan biaya cost recoveri Rp 75.000 perbok yang selama ini dibebankan kepada pemilik barang.

“Selain itu tarif progresif juga hanya dikenakan maksimal 600 persen dari sebelumnya 900 persen terhadap peti kemas dengan masa tiga hari penumpukan,” ujarnya.

Menurutnya, saat merilis kenaikan tarif storage dan Lo-Lo itu juga di dampingi oleh seluruh manajemen operator terminal peti kemas di pelabuhan Priok.

Tinggal sosialisasinya, dan IPC sudah meminta kepada setiap terminal untuk melakukan sosialisasi penyesuaian tarif ini. Kenaikan tarif Lolo dan Storage di Priok itupun didasari karena sejak tahun 2008 belum pernah ada penyesuaian.

Saat ini di pelabuhan Tanjung Priok terdapat lima pengelola terminal peti kemas internasional (ekspor-impor) yakni; Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL) dan Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok. (idj)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.