Percepat penerapan STID, Per 1 Desember JICT hentikan TID

  • Whatsapp

Maritim Indonesia – Sehubungan dengan adanya surat pemberitahuan Wakil Dirut PT Jakarta International Container Terminal (JICT) Budi Cahyono pada 22 November 2021 yang ditujukan kepada para pengguna jasa/perusahaan trucking prihal penyetopan pencetakan kartu truk identity document (TID) lama di JICT,  terhitung 1 Desember 2021 PT JICT tidak lagi melakukan pencetakan kartu TID, baik untuk penerbitan baru maupun perpanjangan.

Surat pemberitahuan tersebut   menindaklanjuti hasil rapat dengan Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok pada hari Jumat tanggal 19 November 2021 terkait Safety Improvement Task Force (SITAF).

Read More

Peraturan itu dikeluarkan untuk mempercepat penerapan Single Truck Identification Data (STID) di Pelabuhan Tanjung Priok, khususnya di PT JICT.

Mengenai STID ini, pihak JICT telah melakukan berbagai hal. Diantaranya pendaftaran untuk para sopir, sehingga diharapkan per Januari 2022 STID sudah bisa dilaksanakan di JICT.

Adapun STID merupakan sistem berbasis elektronik yang terkoneksi dengan sistem IT manajemen pelabuhan yang berisi data nomor polisi kendaraan/truk serta pemilik/perusahaan angkutannya.

Rencananya, STID di Pelabuhan Tanjung Priok juga tidak hanya akan diterapkan pada kegiatan truk di fasilitas terminal peti kemas tetapi juga untuk non peti kemas.

Untuk penerbitan STID, para pengguna jasa dapat langsung mengurus ke lokasi Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, melalui kordinasi PT Pelabuhan Indonesia dan Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok.

Percepatan penerapan STID  itu sendiri merupakan komitmen bersama, antara para pemangku jabatan dan seluruh stakeholder di Pelabuhan Tanjung Priok.

Terkait hal tersebut, pihak Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok juga telah mengingatkan perlunya membangun kembali komitmen bersama untuk melakukan percepatan penerapan STID, sebelum masa waktu peralihan berakhir pada 31 Desember 2021.

Hal ini disampaikan Kepala OP Tanjung Priok Capt. Wisnu Handoko, dalam acara coffee morning yang berlangsung pekan lalu, di Museum Maritim, Rabu (17/11),  bersama para pemangku jabatan, baik instansi pemerintah, stakeholders serta seluruh asosiasi yang ada di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok .

Dalam diskusi itu, Capt Wisnu kembali menghimbau kepada semua pihak, terutama para sopir dan pengusaha truk yang berkegiatan di pelabuhan Tanjung Priok untuk segera mendaftarkan dan  mengurus STID agar pada awal Januari 2022 nanti, tidak ada lagi hambatan dalam berkegiatan. Selain itu, pengurusan STID tidak dipungut biaya.

“Silahkan datang ke terminal penumpang pelabuhan Tanjung  Priok untuk daftar, tak dipungut biaya,” kata Capt Wisnu.

“Kalau sampai akhir Desember 2021 belum memiliki STID, kami terpaksa bersikap tegas untuk tak memperbolehkan mereka  berkegiatan,” tambahnya.

Hal ini juga dituangkan melalui Surat Edaran Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Capt Wisnu Handoko Nomor : UM.006/27/11/OP.TPK-21 tanggal 8 Nopember 2021 tentang Percepatan Penerapan STID di Pelabuhan Tanjung Priok, menyebutkan dari hasil evaluasi diketahui bahwa jumlah perusahaan dan truk yang telah mendaftarkan dan menerapkan STID masih belum optimal.

Di pelabuhan Tanjung Priok saat ini terdapat lima pengelola fasilitas terminal peti kemas/kontainer yakni, Jakarta International Container Terminal (JICT), TPK Koja, New Priok Container Terminal One (NPCT-1), Terminal Mustika Alam Lestari (MAL), dan Terminal 3 Tanjung Priok. Beberapa diantaranya telah  mengungkapkan kesiapannya untuk penerapan STID. (red)

idj/idj

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.