Percepat dan Mudahkan Layanan Kepelabuhanan, Kemenhub Luncurkan Aplikasi Sifaspel

  • Whatsapp

Sesditjen Perhubungan Laut, Arif Toha.

Maritim Indonesia – Pandemi Covid-19 yang tengah melanda menuntut instansi pemerintah dapat beradaptasi dan berinovasi dalam memberikan pelayanan karena pada masa pandemi.

Read More

Pada periode ini, proses pelayanan secara tatap muka harus dikurangi dan digantikan dengan proses pelayanan online demi mengurangi potensi penyeberan virus Covid-19.

Demikian pula yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan Cq. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, salah satunya dalam hal pemberian pelayanan di bidang kepelabuhanan.

“Untuk meningkatkan pelayanan dan mempermudah pelaksanaan evaluasi data dukung usulan kegiatan pembangunan Infrastuktur Konektivitas di bidang kepelabuhanan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Kepelabuhanan, meluncurkan Aplikasi Sistem Informasi Fasilitas Pelabuhan (Sifaspel) di Jakarta, Rabu (25/8).

Direktur Jenderal Perhubungan Laut diwakili Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha mengatakan,  penerapan Sifaspel ini adalah langkah, yang tepat diambil pada masa pandemi, karena dapat mengubah proses layanan di bidang kepelabuhan, khususnya dalam pelaksanaan evaluasi data dukung usulan Kegiatan pembangunan infrastuktur Konektivitas bidang kepelabuhanan.

“Bila sebelumnya pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan secara konvensional dengan tatap muka dan harus datang ke kantor pusat, maka dengan menggunakan Aplikasi Sifaspel, para Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut dapat mengajukan usulan kegiatan terkait pembangunan fasilitas pelabuhan di wilayah kerja masing-masing secara online atau daring sehingga dapat lebih mempermudah dan mempersingkat jalur birokrasi, menghemat biaya, serta mendukung program Go Green,” jelas Arif.

Aplikasi Sifaspel, merupakan inovasi Ditjen Perhubungan Laut dalam upayanya mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19, karena mengurangi interaksi secara langsung antarpegawai dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

“Untuk itu, saya berharap kepada para UPT khususnya Kantor Kesyahbandaran Utama, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, Kantor KSOP, Kantor KSOP Khusus Batam, Kantor UPT, agar dapat memanfaatkan Aplikasi ini sebaik mungkin,” ujarnya.

Khususnya dalam mengusulkan kegiatan di bidang fasilitas pelabuhan, baik pembangunan pelabuhan baru, pengembangan pelabuhan maupun rehabilitasi fasilitas pelabuhan.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Kepelabuhanan, Subagiyo menjelaskan, yang menjadi dasar penyusunan Aplikasi Sifaspel adalah memudahkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi dari Direktorat Kepelabuhanan terkait Evaluasi Data Dukung Usulan Kegiatan Pembangunan Infrastuktur Konektivitas Bidang Kepelabuhanan.

“Tidak dapat dipungkiri kondisi saat ini, berpengaruh juga terhadap interaksi antara Kantor UPT Ditjen Perhubungan Laut dengan kantor pusat. Oleh karenanya, dengan menggunakan Aplikasi ini, pegawai Kantor UPT tidak perlu datang langsung ke kantor pusat untuk menyampaikan data dukung karena dapat dilaksanakan secara daring,” bebernya.

Bila dokumen usulan kegiatan telah lengkap, kemudian dapat dipindai dan setelah itu diunggah ke aplikasi Sifaspel sesuai dengan jadwal.

Dengan Sifaspel ini, diharapkan kesinambungan usulan program dan pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur konektivitas bidang kepelabuhanan pada setiap kantor UPT dapat terjamin karena telah terdokumentasinya dengan baik dan tersimpan di database Sifaspel,” kata Subagiyo.

Lebih jauh dijelaskan, aplikasi ini juga dapat membantu kecepatan waktu dan efektifitas dalam mengevaluasi penyusunan data dukung karena dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja secara online.

Dengan demikian, Direktorat Teknis dapat memantau secara lebih akurat terkait estimasi kebutuhan anggaran dan klasifikasi pembangunan infrastruktur konektivitas di bidang kepelabuhanan.

“Aplikasi ini adalah salah satu upaya Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan keterbukaan dan aksesibilitas informasi, yang merupakan pilar penting untuk mendorong terciptanya iklim transparansi, di mana pengelolaan informasi harus dilakukan dengan prinsip good governance, tata kelola yang baik, dan akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas  Subagiyo.

Sebagai informasi, Peluncuran Aplikasi Sifaspel ini dilaksanakan secara virtual dengan zoom meeting dengan dihadiri oleh para Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU), para Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan (OP), para Kepala KSOP, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Khusus Batam, para Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP), serta para Kepala Bagian di Lingkungan Ditjen Hubla. (fakiah)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *