Penerapan Digitalisasi Sistem Informasi di Pelabuhan, Optimalkan Pelayanan dan Kelancaran Arus Barang

  • Whatsapp

Foto: Kepala OP Pelabuhan Tanjung Priok bahas Digitalisasi Sistem Informasi di acara Media Luncheon, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok dan Forwami, di Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta, Rabu 8 November 2021.

Maritim Indonesia – Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Capt. Wisnu Handoko, menyampaikan apresiasi dan beberapa hal capaian kinerja Pelabuhan Tanjung Priok, hingga saat ini. Selain itu, Kepala OP juga membahas hal-hal apa saja yang telah dilaksanakan pada tahun berjalan di 2021, dan sasaran program kerja apa saja yang akan dilanjutkan dan dilaksanakan OP Tanjung Priok kedepannya di tahun 2022, untuk peningkatan dan kelancaran pelayanan dan informasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal tersebut dipaparkan saat Kepala OP membuka acara Media Luncheon, di Swiss-Belinn Kemayoran, Jakarta, Rabu (8/12).

Read More

Media Luncheon juga dilaksanakan untuk meningkatkan sinergi dan kolaborasi Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dengan wartawan pelabuhan yang tergabung dalam Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami),

“Kami mengapresiasi diselenggarakannya acara seperti ini dan mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir,” tutur Capt. Wisnu.

“Semoga kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana berkomunikasi dan silaturahmi antara Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok dengan para rekan-rekan media (Forwami)”, ujar Capt Wisnu.

Dikatakan Capt Wisnu, dalam melakukan inovasi teknologi untuk meningkatkan pelayanan, khususnya pelayanan kepelabuhanan seperti Aplikasi Inaportnet, Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TKBM), Single Truck Identification Data (STID), Safety Improvement Task Force (SITAF), dan Manajemen Pengelolaan Limbah, kesemuanya membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara Otoritas Pelabuhan dan Instansi Pemerintah terkait serta PT Pelabuhan Indonesia (Persero)/Pelindo.

Perkembangan layanan seperti ini, lanjutnya, perlu dipublikasikan atau disebarluaskan agar bisa secepat mungkin diketahui pengguna jasa dan masyarakat.

“Di tahun 2022, kami akan melakukan evaluasi dan pengembangan terhadap inovasi yang telah ada. Pelabuhan Tanjung Priok juga terus berupaya untuk mendapatkan predikat Green Port,”

“Kami juga sedang berjuang untuk memperoleh Proper Hijau (Program Penilaian dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait pengelolaan lingkungan),”

“Kami berharap rekan-rekan  media juga dapat memberikan masukan kepada OP Tanjung Priok selaku regulator. Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan semuanya yang selama ini telah menginformasikan dan mempublikasikan segala sesuatu terkait informasi di Pelabuhan Tanjung Priok khususnya informasi layanan kepelabuhanan,” papar Capt. Wisnu.

Selain Kepala OP, Media Luncheon juga menghadirkan nara sumber dari Praktisi Digital Tranformation, Nofie Iman PhD, yang menyampaikan tentang pentingnya penerapan system  Tranformasi Digital di sektor maritim, untuk memperlancar arus barang, arus informasi, serta sumber daya keuangan.

“Sektor maritim masih menjadi tulang punggung bagi rantai pasok (supply chain) global.  Sejumlah cara dilakukan untuk meningkatkan konektivitas pelayanan kepelabuhanan, diantaranya pengurangan waktu tunggu, koneksi yang lebih baik, optimalisasi infrastruktur lunak (soft infrastructure)”, tutur Nofie.

Manager Perencanaan dan Pengendalian Operasi, Febriandika Puta Anggia, yang mewakili General Manager Pelindo (Persero) Regional 2 Tanjung Priok, Silo Santoso, menjadi nara sumber terakhir, yang memaparkan 2 (dua) sistem  digitalisasi di Pelabuhan saat ini, yaitu digitalisasi pelayanan jasa kapal dan digitalisasi pelayanan jasa barang.

“Beberapa digitalisasi pada pelayanan jasa kapal yang ada saat ini antara lain Vessel Management System (VMS), Inaportnet, Sistem Informasi Manajemen Operasional (SIMOP) Kapal, Vessel Traffic Service (VTS), dan Marine Operating System (MOS). Sedangkan digitalisasi pada pelayanan jasa barang yaitu OPUS atau ITOS dan NPKTOS”, papar Febriandika.

Lebih jauh dijelaskan, OPUS atau ITOS adalah sistem pelayanan petikemas yang terdapat di terminal petikemas. Sistem ini mencakup mulai dari perencanaan sampai dengan bongkar muat barang. Kemudian NPKTOS adalah sistem pelayanan non petikemas yang terdapat di terminal non petikemas, sama halnya dengan sistem OPUS atau ITOS, sistem ini mencakup mulai dari perencanaan sampai dengan bongkar muat barang non petikemas. (idj)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.