Pemerintah Targetkan Akhir 2020, Pelabuhan Patimban Siap Beroperasi

  • Whatsapp

Maritim Indonesia – Pemerintah melalui Plt Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Ayodhia GL. Kalake menyatakan, Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), dijadwalkan mulai beroperasi pada bulan Desember 2020 mendatang.

“Dengan inisasi Pemerintah dan Japan International Coorporation Agency (JICA), dan anggaran biaya sebesar 40 triliun, Pelabuhan Patimban ditargetkan beroperasi pada bulan Desember 2020,” kata Ayodhia GL. Kalake Ayodhia GL. Kalake dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait Pembangunan Pelabuhan Patimban, dihelat secara virtual belum lama ini, disertai keterangan tertulis pada Rabu (14/10).

Read More

Menurutnya, pelabuhan terbesar kedua di Indonesia setelah Pelabuhan Tanjung Priok ini, siap menghubungkan berbagai wilayah produktif di Subang, Indramayu, Cirebon, Brebes, dan sekitarnya.

“Kita terus bersinergi serta berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan stake holder lainnya untuk finalisasi pembangunan Pelabuhan Patimban,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Infrastuktur Konektivitas Kemenko Marves Rusli Rahim berharap sekitar dua bulan waktu yang masih tersisa ini bisa dimanfaatkan untuk menyinergikan berbagai Kementrian/Lembaga.

“Dengan demikian, Pelabuhan Patimban dapat dioperasikan sesuai rencana,” ujarnya.

Terkait masalah pemberdayaan nelayan yang terkena dampak dari pembangunan pelabuhan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan perlu bersinergi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Patimban. Dalam hal ini, Perwakilan Ditjen Perikanan Tangkap KKP Gunaryo menjelaskan, telah diadakan diskusi dengan nelayan yang berada di dua tempat terkait hal tersebut.

“Kami sudah berdiskusi dengan sekitar 100 nelayan di dua tempat, yaitu Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Genteng dan Terungtum. Kami pun siap membantu nelayan, baik berupa pengadaan kapal dan alat tangkapnya maupun permodalannya,” ujarnya.

“Hal ini penting karena sebelum ada pembangunan Pelabuhan, nelayan dengan kapal di bawah 2 GT bisa menangkap ikan di perairan sekitarnya. Hasilnya, mereka bisa membawa uang Rp 1,5-2 juta tiap hari berlayar.” tambahnya.

Dalam diskusi tersebut, para nelayan mengungkap keluhannya. Diakui nelayan selama masa pembangunan sampai dengan pengerukan kolam, pihak nelayan amat merasakan gangguan untuk mencari hasil laut.

“Kami telah kehilangan hasil tangkap ikan selama ini. Dan mudah-mudahan saat beroperasi pelabuhan ini, masih bisa mengais hasil laut,” kata salah seorang nelayan.

Diketahui setelah adanya kegiatan pengerukan pelabuhan, penghasilan nelayan menurun drastis, hanya sekitar 300.000-500.000 per hari layar. Kini para nelayan harus berlayar lebih jauh lagi sehingga membutuhkan kapal yang lebih besar lagi.

Bukan itu saja, Pemerintah akan memberikan bantuan kapal dan cara mengoperasikan kapal beserta alat dan permodalan.

Sedangkan KSOP Patimban, Anwar, mengatakan jumlah nelayan di 4 TPI (Terungtum, Genteng, Laian, dan Ujunggebang) yang terkena dampak pembangunan Patimban mencapai 1.530 orang.

“Mereka butuh bantuan sekitar 648 kapal penangkap ikan berkapasitas 8-10 GT,” ungkapnya.

Dikatakan juga, bahwa KSOP Patimban bekerjasama dengan JICA, sudah melakukan sejumlah pelatihan bagi masyarakat sekitar lokasi proyek, seperti: pelatihan bongkar muat, kuliner, pengoperasian kapal nelayan 10 GT, security, cleaning service, dan lainnya.

Terkait rencana pengoperasian Pelabuhan Patimban, perwakilan Himpunan Kawasan Industri (HKI) sangat mengapresiasi hal tersebut. Beberapa hal yang menjadi harapan HKI diantaranya konektivitas dan akses jalan harus berstandar internasional, serta tersedianya hardware dan software yang memadai di pelabuhan.

Ikut hadir pada Rakor tersebut antara lain perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, KKP, Pusat Hidrografi dan Oseanografi (Pushidros) TNI AL, Asosiasi Pemilik Pelayaran Nasional Indonesia (INSA) dan Himpunan Kawasan Industri (HKI).(idj)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.