PELNI Tetap Beroperasional Pasca Kejadian KM. Sinpo 16 di Lewoleba

  • Whatsapp

Jakarta, Maritim Indonesia – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI tetap beroperasional melayani penumpang pasca kejadian tenggelamnya kapal kargo KM. Sinpo 16 yang bermuatan semen pada Selasa (10/12) di Pelabuhan Lewoleba, Nusa Tenggara Timur.

Empat kapal PELNI yang melayani warga Lewoleba, yakni KM. Umsini, KM. Bukit Siguntang, KM. Sirimau, dan KM. Lambelu yang tidak bisa sandar di Pelabuhan Lewoleba akan berlabuh jangkar sekitar satu mile laut dengan jarak dan kondisi aman.

“Kapal memang tidak bisa sandar di pelabuhan, namun kami sudah bisa mengantisipasi hal tersebut dengan baik”, terang Yahya Kuncoro selaku Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT. PELNI (Persero).

Yahya menambahkan bahwa PELNI akan mendatangkan dua kapal rede untuk mentransfer penumpang dari kapal besar menuju Pelabuhan Lewoleba, maupun sebaliknya.

“Kami datangkan KM. Gandha Nusantara 3 dari Larantuka dan KM. Gandha Nusantara 12 yang telah selesai docking dari Surabaya untuk membantu memindahkan penumpang dari kapal PELNI ke dermaga Pelabuhan Lewoleba, dan sebaliknya dengan aman”, jelas Yahya.

KM. Gandha Nusantara 3 akan berangkat menuju Lewoleba pada Kamis (12/12) pukul 08.00 dan akan tiba sekitar enam jam kemudian dan akan menetap sementara di Lewoleba hingga insiden KM. Sinpo 16 dapat diatasi. Selanjutnya, KM. Gandha Nusantara 12 juga akan didatangkan secepatnya dari Surabaya menuju Lewoleba untuk membantu proses embarkasi dan debarkasi menggunakan KM. Gandha Nusantara 3.

Jadwal kedatangan kapal-kapal PELNI di Pelabuhan Lewoleba terdiri KM. Bukit Siguntang, Jumat (13/12-2019) pukul 21.00-23.00 dan Sabtu (14/12-2019) pukul 20.00-22.00, selanjutnya Minggu (22/12-2019) pukul 22.00-23.59 serta Selasa (24/12-2019) pukul 00.01-02.00. Kedatangan kapal berikutnya di Lewoleba ada KM. Umsini pada Jumat (20/12-2019) dan Sabtu (21/12-2019) serta Jumat (3/1-2020) dan Sabtu (4/1-2020). Kemudian KM. Lambelu pada Sabtu (29/12-2019) dan Minggu (30/12-2019). KM. Sirimau Jumat (26/12-2019), Senin (6/1-2020) dan Kamis (23/1-2020).

“Dua kapal rede yang didatangkan ke Lewoleba akan menetap dan terus siaga di Lewoleba apabila insiden tersebut belum dapat diatasi dengan segera dan diharapkan hadirnya rede transport ini akan membantu warga Lewoleba sampai di pelabuhan dengan aman dan nyaman, sehingga tidak akan mengganggu operasional kapal”, tutup Yahya.

(Ire Djafar)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.