Pangkalan PLP Tanjung Priok Gelar Latihan Bersama di Pulau Pramuka

  • Whatsapp

Latihan bersama penanggulangan tumpahan minyak di laut itu untuk menyongsong Marine Pollution Exercise (Marpolex) Ke-23 di Tahun 2020 (foto:dok/humasPLPPriok)

Maritim Indonesia – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok gelar latihan bersama oil boom yang dilaksanakan pada Hari Rabu dan Kamis (2-3/9).

Latihan bersama penanggulangan tumpahan minyak di laut itu untuk menyongsong Marine Pollution Exercise (Marpolex) Ke-23 di Tahun 2020, yang akan dilaksanakan di Provinsi Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Latihan ini melibatkan anggota Gulang Cemar dari Pangkalan PLP Kls I Tanjung Priok, KSOP Kls IV Kepulauan Seribu, masyarakat maritim Pulau Pramuka dan dari anggota TNI yang sedang giat latihan Accelerated Diving Special Force (ADSF) ikut serta dan unsur lain.

Rangkaian kegiatan berupa simulasi Kapal Motor (KM) Bunga Indah mengalami pembajakan dan perampokan, lalu para perompak melakukan pembakaran kapal tersebut hingga mengakibatkan kebocoran dan tumpahan minyak dari kapal.

Sementara itu, KSOP Kepulauan Seribu menginformasikan kepada Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Priok, bahwa telah terjadi pembajakan dan perampokan serta pembakaran kapal hingga terjadi tumpahan minyak di kapal tersebut, dengan posisi di perairan Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu.

Setelah menerima laporan Tim Boarding Officer Pangkalan PLP Tanjung Priok, langsung melakukan aksi penumpasan dan pengamanan dan evakuasi terhadap 2 perompak, sedangkan Tim SAR Pangkalan PLP Tanjung Priok bergerak memadamkan api sampai berhasil dipadamkan.

Tim SAR Pangkalan PLP Kls I Tanjung Priok, dengan KN. P 348 & RIB menuju TKP untuk melaksanakan Penanggulanangan & Pencemaran tumpahan minyak dengan melokalisir agar tidak terjadi pencemaran di laut yang dapat merusak lingkungan Maritim, semua tumpahan minyak dari kapal KM Bunga Indah berhasil dilokalisir serta tidak ada korban jiwa.

Simulasi ini dilaksanakan sebagai kegiatan rutin internal sebagai tupoksi yang diperintahkan langsung dari Capt. Pujo Kurnianto, SM.M.Mar sebagai Kepala Kantor Pangkalan Penjagaan laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok dan dipimpin oleh Capt. Muhammad Alamin Husin,SE. MH.M.Mar sebagai Kepala Seksi Operasi Pangkalan Penjagaan laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok.

Unsur-unsur yang terkait dalam kegiatan Latihan Bersama ini melibatkan KN. Golok P. 206, KN P. 348, 2 Unit RIB SAR milik Pangkalan PLP Kls I Tanjung Priok, KN. P. 017 milik KSOP Kls IV Kepulauan Seribu, KM Bunga Indah milik masyarakat Pulau Pramuka dan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu serta instansi dari Pemkab Kepulauan Seribu.

“Kami sering mendapat laporan dari KSOP Kepulauan Seribu, bahwa di Perairan Kepulauan Seribu seringkali terjadi adanya minyak tumpah dari kapal yang dapat mengakibatkan terganggunya eko sistem kehidupan di laut dan kemaritiman,” kata Capt Alamin.

Dijelaskan juga, sesuai UU No. 17/2008 tentang Pelayaran, Penjaga Laut dan Pantai memiliki fungsi komando dalam penegakan aturan di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran, dan fungsi koordinasi di bidang penegakan hukum di luar keselamatan pelayaran, di mana Penjagaan laut dan pantai tersebut merupakan perkuatan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).

Lebih jauh dikatakan, keterlibatan Kementerian Perhubungan dalam Marpolex secara rutin berdasarkan Perpres No. 109 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut, yang menetapkan Menteri Perhubungan sebagai Ketua Tim Nasional Penanggulangan Keadaan Darurat Tumpahan Minyak di Laut tingkatan Tier 3.

Seperti diketahui Tier 3 adalah kategori penanggulangan keadaan darurat tumpahan minyak di laut berskala nasional dan lintas batas negara, yang dilakukan bila tumpahan minyak tidak dapat ditanggulangi oleh kemampuan lokal.(idj)

 

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *