Luhut Target Tekan Biaya di 17 Persen, SCI: Kendala Efisiensi Logistik pada Kemampuan Implementasi

  • Whatsapp

Ket.gbr: Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok. (Foto/MI).

Jakarta, Maritim Indonesia – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi  Luhut B Pandjaitan menargetkan biaya logistik dapat ditekan pada angka 17 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2024.

Read More

Hal itu disampaikan Luhut dalam Pembukaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GernasBBI) di Makassar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

Selain berdasarkan data biaya logistik itu, kinerja logistik Indonesia juga rendah yang bisa dilihat dari Logistics Performance Index (LPI). Pada tahun 2018, LPI Indonesia pada peringkat 46 lebih rendah daripada beberapa negara Asean lainnya, yaitu Singapura (peringkat 7), Thailand (32), Vietnam (39), dan Malaysia (41).

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menyatakan masalah biaya dan kinerja logistik Indonesia terjadi karena para pelaku logistik di Indonesia sudah mulai memahami konsep logistik dan supply chain management (SCM), tapi masih belum menguasai implementasinya.

Tanpa kemampuan implementasi logistik dan SCM, perusahaan sulit meningkatkan efisiensi proses-prosesnya yang berdampak terhadap hambatan kelancaran arus barang dan layanan yang buruk, sehingga perusahaan sulit berdaya saing.

“Efisiensi logistik semakin penting dalam menghadapi tantangan global dengan tuntutan pelanggan yang semakin meningkat, biaya operasional dan harga bahan baku yang meningkat, serta kompetisi yang semakin ketat,” ujarnya, pada Selasa (1/3).

Menurutnya, efisiensi logistik diperlukan terutama bagi perusahaan penyedia jasa logistik dan perusahaan manufaktur sebagai pelaku logistik (untuk kepentingan internal) maupun sebagai pengguna jasa logistik.

Setijadi menjelaskan salah satu cara perusahaan dalam meningkatkan layanan dan mengendalikan biaya yaitu melalui implementasi lean logistics.

“Pendekatan sistemik ini untuk menghilangkan berbagai pemborosan (waste) atau aktivitas yang tidak bernilai tambah (non-value added),”ucapnya.

Namun, imbuhnya, pada umumnya para pelaku logistik tidak mampu mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang harus dihilangkan sebagai langkah awal meningkatkan efisiensi proses, waktu, dan biaya yang akan berpengaruh penting terhadap profitabilitas perusahaan.

Gelar Workshop

Setijadi mengungkapkan, untuk peningkatan kompetensi dalam implementasi lean logistics itu, SCI akan menyelenggarakan Workshop & Coaching “Lean Logistics” pada 12-13 Maret 2022.

Menurutnya, para pelaku harus memahami dan menguasai teknik-teknik pemetaan proses logistik, seperti value stream mapping.

Para pelaku juga harus mampu memecahkan masalah dan perbaikan dalam proses logistik dengan problem solving dan continuous improvement secara tepat.

Workshop & Coaching “Lean Logistics” itu akan digelar secara online melalui platform “ruanglogistik.id” atau silahkan WA di nomor 0821-1515-9595.(red).

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.