Komandan Lanal Bandung dampingi Sesjen Wantannas RI dan Gubernur Jabar Dalam Gerakan Vaksinasi Covid-19

  • Whatsapp

Maritim Indonesia – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Bandung Kolonel Laut (KH/W) Tresna Kusumawati, S.Pd., M.A.P., CHRMP., dampingi Sesjen Wantannas RI Laksamana Madya TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., S.Pi., M.H., dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam rangka Gerakan Vaksinasi Covid-19 Wantanas RI di Provinsi Jawa Barat yang bertempat di Pelataran Masjid Al Jabar Jalan Cimencrang Kecamatan Gede Bage Kabupaten Bandung, Senin (23/8).

Kegiatan Gerakan Vaksinasi tersebut dilaksanakan oleh Setjen Wantannas RI bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, TNI-POLRI dan beberapa perusahaan BUMN diantaranya PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya dengan target 10.000 peserta yang melibatkan seluruh Stakeholder,  Pemerintah Daerah serta TNI-Polri. Sebagai Pemrakarsa dan penanggung jawab kegiatan Sesjen Wantannas RI Laksamana Madya TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., S.Pi., M.H.

Read More

Maksud dan tujuan dalam rangka mendukung strategi percepatan penanggulangan Covid 19 dengan mendukung langkah-langkah Pemerintah Pusat dan Daerah untuk melaksanakan gerakan Vaksinasi dengan tema “Vaksin Dirimu Untuk Ciptakan Ketahanan Nasional”.

Sesjen Wantannas RI dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan vaksin pertama yang ditargetkan dan diikuti oleh 10.000 orang peserta yang terdiri dari masyarakat kecamatan Gedebage dan sekitarnya, SMA Negeri 27 Bandung, Pekerja konstruksi dan keluarga PT Adhi Karya Persero Tbk, PT Hutama Karya Persero serta keluarga dan komunitas Persib Bandung, yang dimulai tanggal 23 s.d 29 Agustus 2001. Pada tanggal 28 Agustus nanti akan dilaksanakan kegiatan telekonference bersama Presiden Republik Indonesia dan menargetkan minimal 450.000 orang peserta vaksin secara serentak di 27 Kabupaten dan Kota di Povinsi Jawa Barat.

Wantannas RI sebagai Lembaga Pemerintah yang bertugas memberikan masukan kepada Presiden tentang kebijakan kebijakan strategis nasional termasuk berkaitan dengan masalah Pandemi Covid-19 di mana ini sudah dirasa selama 2 tahun, meski sekarang Tren sudah turun namun, kita belum bisa mengatakan bahwa kita telah berhasil, karena sewaktu-waktu ini bisa naik lagi oleh karena itu kita perlu adanya suatu strategi perbaikan terus untuk bisa bagaimana menangani pandemi covid ini dengan baik.

Masalah Covid-19 ini bukan masalah Nasional tetapi masalah Internasional kita tidak perlu cemas dan tidak perlu takut yang berlebihan tapi harus kita hadapi dengan tenang. Dipilihnya daerah Provinsi  Jawa Barat dan Kota Bandung karena merupakan Bumper Provinsi DKI Jakarta sebagai Ibu Kota RI sehingga rentan terhadap mobilitas Masyarakat dikedua provinsi tersebut. Pencapaian Vaksinasi yang masih rendah, menjadi Zona Merah disamping itu juga Jawa Barat merupakan daerah terdekat dengan Bio Farma Produsen Vaksin Covid 19 namun distribusi vaksin sangat rendah bila dihadapkan pada rasio jumlah penduduk. Wantanas mendukung upaya pemerintah untuk mensukseskan terlaksananya target 80 % Sampai akhir tahun ini, sehingga upaya yang dilakukan yaitu dengan menyuntikkan 450.000 dosis vaksin perhari.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan apresiasi kepada Wantannas RI dhi Sesjen Wantannas dan Jajarannya karena Vaksinasi adalah bagian dari bela negara semua yang mengaku anak bangsa Indonesia harus ikut bela negara berperang melawan musuh yang namanya Covid-19.

“Tanggal 10 November 2021 kami sudah ada monumen di depan gedung sate dan akan saya dedikasikan untuk pahlawan-pahlawan dari Jawa Barat yang gugur dalam penugasan. Pada hari ini semua yang cinta Indonesia harus melakukan bela negara dengan porsinya masing-masing,” ujar Ridwan Kamil.

Menurutnya, Jawa Barat dilaporkan kedaruratan puncaknya sudah lewat. Bulan lalu keterisian rumah sakit itu sampai 91% hari ini rumah sakit untuk covid hanya 22% itu terendah dalam sejarah penanganan pandemi.

Dikatakan juga, tren kasus sudah turun kemudian juga mayoritas di Jawa Barat  80% pasien Covid tidak di rumah sakit tapi di rumah-rumah.

“Oleh karena itu kita harus menggeser perhatian penyelesaian pandemi ini, oksigen juga kami sudah surplus dan sekarang kami bantu Jawa Tengah, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan melebihi batas-batas administrasi politik. Tingkat kematian kami juga di bawah rata-rata nasional yaitu 1,6% sampai 1,7% Jawa Barat total yang meninggal ada 11.000 Jakarta kurang lebih Rp12.000 Jawa Tengah Jawa Timur di atas Rp22.000 jadi tingkat fatalitas di Kami lebih rendah,” tambahnya.

Lebih jauh dijelaskan, Komorbid yang selalu menyertai warga Jawa Barat nomor satu adalah hipertensi darah tinggi, kedua adalah diabetes dan yang ketiganya jantung serta kombinasi gen antara 3 Komorbid tersebut. Jawa Barat dengan jumlah penduduk 50 juta jiwa itu sebesar Korea Selatan tapi anggarannya hanya 1% dibandingkan Korea Selatan. Ibaratnya begitu tapi kualitas penyelamatan nyawanya sama.

“Jawa Barat harus menyuntikkan 450.000 perhari sekarang 200.000 saja sudah juara 1 tapi tetap tidak cukup, tanggal 28 minimal 450.000 bisa tercapai dan sedang akan disiapkan tercapai, apalagi kalau bisa 600.000 berarti bisa lebih cepat sampai bulan Desember,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Para Pejabat Wantannas RI, perwakilan dari Pangdam III/Siliwangi, perwakilan dari Kapolda Jabar, Kajati Provinsi Jabar, Ketua MUI Jabar, Palaksa dan Pwa Staf Lanal Bandung, Unsur Birokrasi, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Asisten para Kepala Biro, Direktur PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya. (Kalil)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.