Kolat Koarmada l Gelar Pelatihan Pengawak Senjata Mesin Berat 12.77 MM Bagi Personel Ditjen Bea Cukai

  • Whatsapp

Jakarta, Maritim Indonesia – Komando Latihan (Kolat) Koarmada I bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai (Ditjen BC) menggelar Pelatihan Pengawak Senjata Mesin Berat 12.77 mm bagi personel Ditjen Bea Cukai. Pelatihan dibuka oleh Kasubdit Patroli Laut Ditjen Bea Cukai Untung Purwoko di Mako Kolat Koarmada I, Jalan Gading Raya No.5, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/10).

Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasubdit Patroli Laut Ditjen BC menyampaikan bahwa Dirjen Bea Cukai merupakan salah satu instansi dengan sejarah yang besar.

Read More

Oleh sebab itu, pegawai Bea Cukai harus dapat berdiri di dua sisi yang mungkin bertolak belakang yaitu pelayanan dan dituntut untuk melakukan pengawasan dengan tetap memperhatikan kelancaran arus barang sehingga berjalan lancar tanpa hambatan.

“Pada era modern ini, kita dihadapkan dengan Revolusi Industri 4.0, suatu hal yang mulai mengubah wajah peradaban manusia. Saat ini kita harus berbicara tentang data mining, big data, artificial intelligence, internet of things dan berbagai kemajuan teknologi yang hampir setiap detik selalu diupdate dengan hal yang baru,” ujar Untung.

Saat ini, lanjutnya, unit patroli laut BC telah dibekali oleh Puskodal sebagai salah satu tools untuk menjawab tantangan terkait dengan Revolusi Industri 4.0, namun bukan berarti tidak mengindahkan pengawasan yang bersifat fisik.

“Kita tahu bahwa tantangan yang bersifat fisik ke depannya semakin berat. Saya ambil satu contoh yaitu Pesisir Tiur Sumatera, kompleksnya pengawasan pada area tersebut tentunya dapat menggambarkan sebagian kecil tugas pengawasan yang kita lakukan.

Tempo hari, kita berhasil melakukan penindakan High Speed Craft (HSC) dengan menggunakan mesin tempel berjumlah 5 unit dan diperkirakan dapat mencapai kecepatan 50-60 knot sehingga diperlukan penanganan khusus, dan untuk itulah dilaksanakan pelatihan ini,” jelasnya.

Perlu diketahui, tambahnya, Ditjen BC adalah salah satu instansi yang diberi kewenangan untuk menggunakan senjata dengan standar militer sesuai amanat pada PP Nomor 56 Tahun 1996 tentang Senjata Api Dinas Ditjen Bea Cukai.

Tidak berhenti disitu, Penandatangan MoU antara Menteri Keuangan dan Panglima TNI pada tahun 2017 terkait dengan Pelaksanaan Tugas dan Fungsi Kementrian Keuangan dan TNI, dan puncaknya pada bulan Maret 2019 Ditjen Bea Cukai dan TNI AL telah menandatangani perjanjian kerjasama terkait peminjaman senjata dan amunisi senapan mesin berat 12.7 mm.

Dikatakan juga, pelatihan ini merupakan Angkatan Ke-2 setelah sebelumnya dilaksanakan pada Desember 2018, hal ini menunjukkan komitmen Ditjen BC terhadap pembinaan kompetensi personel melalui penyelenggaraan pelatihan sehingga kompetensi yang dimiliki oleh pegawai tetap terbina.

Selain itu, pelatihan merupakan persiapan guna mendapatkan sertifikat keterampilan awak senjata mesin berat 12.7 mm sebagai salah satu syarat untuk dapat mengoperasikan senjata mesin berat 12.7 mm di kapal-kapal patroli Ditjen BC.

“Diharapkan setelah melewati pelatihan ini, para personel telah cakap dalam hal peraturan, regulasi, perawatan dan pengoperasioan senjata mesin berat 12.7 mm,” tegasnya.

Untung mengemukakan, senjata api dinas Ditjen Bea Cukai digunakan sebagai sarana terakhir (weapon of last resort) dalam rangka penghentian sarana pengangkut dan dalam keadaan mendesak dalam rangka mebela diri (self defense) menghadapi ancaman yang mebahayakan keselamatan jiwa petugas dan kapal patroli BC.

Kegiatan dihadiri oleh Dankolat Koarmada I Kolonel Laut (P) Fauzi, S.E., M.M., Pgs Wadan Kolat Koarmada I Letkol Mar Ketut S, S.E., Pasops Kolat Kaormada I Letkol Laut (P) Sarkolim, Danpuslat Glagaspur Letkol Laut (P) Nugroho Putro Suwarwanto, CTMP., Danups Danpuslat Dukops Letkol Laut (P) Ahmad Mahdi Loebis. Ire Djafar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.