KKP Bebaskan Nelayan Indonesia, Yang Tertangkap Aparat Malaysia

  • Whatsapp

Jakarta, Maritim Indonesia – Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan – KKP berhasil membebaskan Nelayan Indonesia yang ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM).

Istimewanya, keberhasilan upaya pemulangan tersebut ditempuh melalui upaya persuasif dan tidak melalui proses hukum yang berjalan di Malaysia. Hal ini tentu sebuah sinyalemen yang positif dalam upaya perlindungan nelayan yang saat ini menjadi salah satu prioritas utama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Benar sekali bahwa kita berhasil memulangkan 15 nelayan Indonesia yang ditangkap oleh APMM, semuanya merupakan awak kapal perikanan KM Abadi Indah” jelas Nilanto Perbowo, Plt Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Minggu (19/1), ketika dimintai keterangan terkait dengan keberhasilan Ditjen PSDKP dalam memulangkan nelayan Indonesia tersebut.

Nilanto juga menjelaskan, bahwa keberhasilan pembebasan dan pemulangan nelayan indonesia tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara intensif antara pihak Ditjen PSDKP-KKP dengan APMM Malaysia.

“Berbekal hubungan baik antar kedua lembaga serta adanya kerangka Memorandum of Understanding on Common Guidelines antara Indonesia dan Malaysia, pihak aparat Malaysia bersedia melepaskan nelayan kita tersebut,” imbuhnya.

Lebih jauh dijelaskan, MoU Common Guideline merupakan kesepakatan aparat penegak hukum di bidang maritim antara Indonesia dan Malaysia yang diantaranya menyepakati langkah-langkah penanganan terhadap nelayan kedua negara yang melakukan kegiatan penangkapan ikan di wilayah unresolved maritim boundaries. MoU tersebut merupakan kerangka hukum yang membuat upaya persuasif dapat dilakukan oleh Ditjen PSDKP dengan mengedepankan prinsip saling menghormati antar kedua negara.

Direktur Pemantauan Dan Operasi Armada, Pung Saksono Nugroho
Direktur Pemantauan Dan Operasi Armada, Pung Saksono Nugroho

Menurut Nilanto, ke-15 nelayan tersebut telah diserah-terimakan kepada Kepala Pangkalan PSDKP Batam dan sudah kembali beroperasi seperti biasa.

“Penjemputan kami laksanakan dengan Kapal Pengawas Hiu Macan Tutul 02, ini menjadi hal yang penting bagi kami sebagai bentuk langkah nyata kehadiran KKP untuk selalu melindungi nelayan dan masyarakat kelautan perikanan” pungkas Nilanto.

Sebagaimana diketahui bahwa KM Abadi Indah merupakan kapal perikanan Indonesia yang ditangkap oleh APMM pada tanggal 5 Januari 2020. Kapal yang mengoperasikan alat penangkapan ikan jala jatuh berkapal (cast net) ditangkap atas dugaan melakukan penangkapan sotong secara illegal di wilayah perairan Malaysia.

Nakhoda KM Abadi Indah, Gonardi dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Ditjen PSDKP-KKP yang telah memberikan perhatian yang luar biasa terhadap kasus yang membelit KM Abadi Indah dan semua awak kapalnya tersebut.

Dia menyampaikan bahwa kehadiran aparat Indonesia yang telah memberikan perlindungan kepada nelayan di laut telah memberikan rasa aman, apalagi pada saat terjadi proses penangkapan oleh aparat penegak hukum negara lain seperti yang dia alami dengan empat belas awak kapal lainnya.

“Saya mewakili semua awak kapal dan keluarga, mengucapkan terima kasih kepada Ditjen PSDKP-KKP yang sudah membantu proses pembebasan kami sehingga kami bisa kembali ke Indonesia dan tidak diproses hukum di Malaysia,” ungkap Gonardi.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono yang secara intensif terlibat dalam proses komunikasi dengan pihak APMM menjelaskan bahwa keberhasilan pemulangan nelayan ini menunjukkan bahwa Kapal Pengawas KKP tidak hanya sebagai garda terdepan menjaga sumber daya perikanan dari ancaman kapal asing illegal, tetapi juga memberikan perlindungan dan rasa nyaman kepada nelayan Indonesia dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan.

“Ditjen PSDKP-KKP memastikan bahwa kehadiran kapal-kapal pengawas akan memberikan perlindungan kepada Nelayan, namun demikian kami juga melakukan upaya pembinaan dan penyadartahuan terhadap nelayan-nelayan kita termasuk KM Abadi Indah ini, kami memberikan sanksi peringatan, ini sebagai bentuk tanggung jawab kita sebagai negara bendera (flag state responsibility),” jelas Pung Nugroho.

Pung Nugroho menyebutkan, selama tahun 2019, Ditjen PSDKP-KKP telah memulangkan 127 nelayan Indonesia yang tertangkap di berbagai negara diantaranya Malaysia, Timor Leste, Myanmar, Thailand, Australia dan India.

Menurut Pung, Hal ini mengindikasikan bahwa di tengah upaya pemberantasan illegal fishing, upaya mendorong  penyedartahuan masyarakat agar patuh terhadap peraturan perundang-undangan dan tidak melakukan pelanggaran penangkapan ikan di perairan negara lain, harus terus dilakukan.

“Kita akan dorong program-progam penyadartahuan kepada nelayan kita agar mereka semakin taat, ini sejalan dengan arahan Bapak Menteri bahwa KKP menjadi  sahabat dan bapak nelayan  indonesia yang akan selalu  melindungi  dan  meningkatkan  kesejahteraan Nelayan  indonesia,” pungkas Pung Nugroho.

(Ire Djafar)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.