Kapal Penyeberangan Merak-Bakauheni Sudah 83 Persen Diuji Petik

  • Whatsapp

Merak, Maritim Indonesia – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, sudah melakukan rampcheck kepada 49 kapal (83%) di lintas Merak-Bakauheni.

Hal itu dilakukan untuk mendukung keselamatan dan keamanan penyeberangan pada Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Angkutan Nataru) khususnya di lintas Merak- Bakauheni.

Selain itu juga Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melangsungkan rapat persiapan penyelenggaraan Angkutan Nataru 2019 bersama lintas instansi yang dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Cucu Mulyana Memioin Ruang Rapat Pelabuhan Merak Eksekutif pada Kamis malam (12/12).

Cucu Mulyana dalam membuka rapat tersebut mengatakan bahwa, pengaturan operasional angkutan barang selama Angkutan Nataru 2019 juga akan diberlakukan selama 3 phase. Phase I di tanggal 20 hingga 21 Desember 2019, lalu phase II terjadi di tanggal 25 Desember 2019, dan pada arus puncak tahun baru pada tanggal 31 Desember 2019 sampai 1 Januari 2020.

Selanjutnya Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan Chandra Irawan menjelaskan, kesiapan sarana dan prasarana yang dilakukan dalam mempersiapkan Nataru 2019, yakni rampcheck yang dilaksanakan oleh Direktorat Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP) dengan melibatkan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) maupun Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Saat ini kami telah selesai melakukan rampcheck kepada 49 kapal (83%) di lintas Merak-Bakauheni,” kata Chandra.

Chandra menjelaskan lebih lanjut bahwa dari segi sarana terdapat 73 kapal yang ada setelah dilakukan rampcheck kapal yang siap beroperasi sebanyak 59 kapal. Sedangkan dari segi prasarana terdapat 12 dermaga di Merak-Bakauheni yang siap beroperasi,” tutur Chandra.

Ada beberapa persoalan yang mungkin terjadi pada saat Angkutan Nataru 2019 terlebih sejak beroperasinya tol Trans Sumatera (325 km) salah satunya akan terjadi kepadatan di depan pelabuhan. Selain itu karena penerapan sistem e-ticketing dan pembayaran tiket secara cashless masih banyak masyarakat yang belum terbiasa, serta yang perlu diantisipasi yakni adanya kemungkinan cuaca ekstrim pada saat penyelenggaraan Angkutan Nataru 2019.

“Untuk mengantisipasi adanya persoalan tersebut, langkah tindak lanjut yang kami dilakukan yakni dengan melakukan beberapa tindakan seperti pengoptimalan jumlah kapal pada saat _peak season_, sosialisasi secara masif terhadap penjualan tiket online, koordinasi yang intensif terkait rekayasa dan manajemen di lapangan serta penguatan SDM di lapangan,” tambah Chandra.

Selain itu dari aspek pelayanan, akan meminta kepada PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk meningkatkan sosialisasi tentang cashless dan tiket online kepada masyarakat, kepada instansi terkait seperti BPTD, KSOP/KUPP, TNI, POLRI, Operator Pelabuhan dan Operator Kapal agar menempatkan SDM pada titik strategis, serta menyediakan posko kesehatan, BMKG, Damkar, SAR, dan mobil derek.

Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Teknik dan Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero), La Mane, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Wisnu Handoko, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VI Provinsi Bengkulu & Lampung Rahman Sujana, serta para pemangku kepentingan lintas instansi lainnya.

(Ire Djafar)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.