IPC Cabang Tanjungpandan Dukung Program Bina Lingkungan Warga Setempat

  • Whatsapp

Maritim Indonesia — PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Cabang Tanjungpandan berkomitmen membantu usaha masyarakat setempat. Salah satunya membuat program bina lingkungan dengan memberi bantuan keramba penangkap ikan ke Desa Sungai Padang, Batu Bedil.

Bantuan disampaikan langsung oleh General Manager Cabang Pelabuhan Tanjungpandan, Hambar Wiyadi kepada Ketua Kolompok Tani Hutan Kemasyarakatan Batu Bedil, Suhardi, di Desa Wisata Batu Bedil Sungai Padang, Belitung, Minggu (4/10).

Read More

Sebagai BUMN yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC Cabang Tanjungpandan memiliki kewajiban meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Belitung dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) salah satunya melalui pemberdayaan masyakarat berkelanjutan terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Cabang Tanjungpandan berupaya melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan yang berkesinambungan.

Masyarakat di sekitar Desa Sungai Padang-Batu Bedil sebagai salah satu pemangku kepentingan mendapatkan perhatian dan mitra binaan dari perusahaan.

“Diharapkan dengan bantuan keramba ikan ini, mampu memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah Desa Sungai Padang-Batu Bedil ini, ditengah kondisi Pandemi Corona atau Covid-19, keberadaan keramba ikan ini akan menjadi alternatif mata pencaharian bagi masyarakat,” jelas Hambar.

Lebih jauh dijelaskan, sebelumnya BUMN ini juga membantu program kelestarian lingkungan budi daya kerang kima yang merupakan ikon salah satu biota laut di Desa Wisata Batu Bedil tersebut.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Batu Bedil, Suhardi, mengatakan bantuan Keramba Penangkap Ikan ini, sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekitar Sungai Padang-Batu Bedil, tangkapan hasil Keramba akan digunakan sebagai pakan ikan. Budi Daya Keramba Ikan Kerapu Apung yang saat ini sedang dibudi daya oleh masyarakat, dikelola Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Batu Bedil, tujuan ekspor. Nilai ekonomi dan nilai jualnya cukup tinggi.

“Untuk satu Keramba Budi Daya Ikan Kerapu Apung yang terdiri dari 6 lokal dengan ukuran 3 X 3 Meter ini, kami harus mengeluarkan biaya untuk pakan ikannya sebesar Rp. 80.000,-/per hari. Tentunya ini sangat memberatkan. Untuk itu kami mencari alternatif dan solusi untuk kebutuhan pakan ikan Keramba Budi Daya Kerapu Apung ini dengan memanfaatkan potensi alam yang ada disekitarnya,” kata Suhardi.

Keramba Penangkap Ikan ini, lanjut Suhardi, akan membantu kami dalam penyediaan pakan ikan Budi Daya Ikan Kerapu Apung ini, sehingga kelompok nelayan kami tidak perlu membeli pakan, tentunya bisa diperoleh dari hasil tangkapan Keramba Penangkap Ikan ini.

Manfaat lain, tambahnya, sisa hasil tangkapan dari keramba ini, nantinya akan diolah oleh masyarakat Desa Sungai Padang-Batu Bedil dikeringkan untuk dijadikan makanan khas laut dan untuk bahan pembuatan terasi.

Ia berharap program kemitraan ini akan terus berlanjut untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil.

“Kami kelola menjadi tangguh dan mandiri, sekaligus memberikan manfaat dan nilai tambah yang diterima bagi masyarakat di Desa Sungai Padang,Batu Bedil ini.” pungkasnya. (idj)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.