IPC Bersinergi Wujudkan Pelabuhan Tanjung Priok Bersih

  • Whatsapp

Dirut PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC, Arif Suhartono, saat memberikan  keterangan pers terkait penanganan Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, dalam konferensi pers terkait penanganan pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, yang digelar di Museum Maritim Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Selasa (15/6).

Maritim Indonesia – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC bersama segenap stakeholders kepelabuhanan, Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersinergi mewujudkan Pelabuhan Bersih.

Read More

Direktur Utama (Dirut) PT Pelabuhan Indonesia II/IPC, Arif Suhartono menegaskan bahwa Pelabuhan Bersih di sini dalam artian tidak hanya untuk memberantas serta menjadikan lingkungan Pelabuhan bebas dari praktik pungutan liar (pungli) tetapi juga memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan operasional di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kami mendukung penuh Pemerintah dan pihak berwajib untuk menindak tegas para oknum yang tidak bertanggung jawab dalam rangka pemberantasan pungli di seluruh Pelabuhan yang dikelola IPC, khususnya Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya dalam konferensi pers terkait penanganan pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, yang digelar di Museum Maritim Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Selasa (15/6).

Menindaklanjuti instruksi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) pada saat melakukan kunjungan lapangan ke Pelabuhan Tanjung Priok terkait isu pungli dimaksud, IPC telah melakukan tindakan berupa pemberian sosialisasi dan pengawasan di lapangan secara kontinyu mengenai larangan praktik pungli di seluruh lingkungan kerja IPC Group.

Menurut Arif, IPC menjamin seluruh kegiatan operasional kepelabuhanan berjalan nonstop 24/7 sesuai dengan Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG) Terminal yang telah ditetapkan.

Sebagai tambahan, tegasnya, IPC juga menugaskan segenap anggota pengamanan untuk memastikan sopir truk agar tidak memberikan uang apapun selama proses keluar masuk barang di terminal dan memaksimalkan penggunaan cashless payment dalam setiap pelayanan.

“Dalam hal ini, kami terus mengupayakan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 di seluruh wilayah operasi IPC Group, juga mengoptimalkan fungsi layanan saluran pengaduan Whistle Blowing System (WBS),” ujarnya.

Layanan saluran WBS tersebut dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan pelabuhan melalui program IPC Bersih (https://ipcbersih.whistleblowing.link/) atau melalui layanan telepon dan WhatsApp di 0811-9511-665.

“Bagi masyarakat yang melihat atau mengetahui ada Pungli atau pelanggaran lainnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Pelindo II menghimbau agar langsung melaporkan kejadian tersebut ke nomor kanal pengaduan, yaitu 08119511665,” pungkas Arif Suhartono.

(red)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *