Humas Pemerintah Dan Stakeholder Bersinergi, Wujudkan Pelabuhan Tanjung Priok Yang Sehat Tanpa Narkoba

  • Whatsapp

Jakarta, Maritim Indonesia – Pelabuhan adalah adalah pintu gerbang perekonomian negara, dimana pelabuhan merupakan tempat masuk dan keluarnya barang antarpulau serta naik turunnya penumpang.

Oleh karena itu, pelabuhan juga disinyalir merupakan pintu masuknya narkoba melalui jalur laut mengingat beberapa waktu yang lalu ditemukan beberapa kasus penyelundupan narkoba melalui jalur laut (pelabuhan).

Demikian dikatakan Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Capt Hermanta, dalam sambutannya di acara Forum Kehumasan lll Pelabuhan Tanjung Priok, yang bertema “Sinergi Humas Pemerintah Dan Stakeholder dalam mewujudkan Pelabuhan Tanjung Priok Yang Sehat Tanpa Narkoba” yang digelar di Hotel Best Westrn Mangga Dua Jakarta, Kamis (14/11).

“Indonesia disinyalir merupakan negara dengan tingkat pemakai dan pendistribusian narkoba yang sangat tinggi bahkan sudah sampai di level yang sangat mengkhawatirkan,” jelas Capt Hermanta.

Dia menjelaskan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA), dengan berbagai implikasi dan dampak negatifnya, merupakan suatu masalah Internasional maupun Nasional yang sangat kompleks, yang dapat merusak dan mengancam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, serta dapat melemahkan ketahanan nasional dan menghambat jalannya pembangunan.

“Dampak bahaya dan korban narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat, bahkan sudah sangat meresahkan masyarakat dan membahayakan perkembangan generasi muda serta memerlukan penanganan yang terpadu dan serius,” ujarnya.

Melalui forum kehumasan ini, Capt Hermanta mengajak kepada semua yang hadir untuk bersama-sama mencegah keluar masuknya narkoba melalui jalur laut atau pelabuhan.

“Semoga di forum kehumasan ini, kita dapat bersinergi dan bersama-sama mencegah masuknya narkoba di pelabuhan, khususnya Pelabuhan Tanjung Priok yang diharapkan menjadi pelabuhan sehat, karena indikasi untuk menjadi pelabuhan yang sehat adalah terbebas dari lalu lintas OMKABA (Obat, Makanan, Kosmetik dan Alat Kesehatan) atau hal-hal yang bisa merusak lingkungan atau mengancam kesehatan masyarakat termasuk narkoba,” ungkapnya.

Kepada para undangan, Hermanta mengucapkan terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk bisa hadir.

Hadir (yang mewakili) dalam Forum Kehumasan tersebut diantaranya adalah Deputi Bidang Pencegahan Badan narkotika Nasional (BNN), Kepala Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Priok, Biro Komunikasi dan Informasi Publik Bagian Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, KPU Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok, PT. Pelindo II (Persero) Cabang Tanjung Priok, Asosiasi Dan Ketua Koperasi TKBM, dan seluruh Unit Kehumasan Instansi Pemerintah dan stakeholders pelabuhan Tanjung Priok.

“Semoga acara ini dapat berjalan lancar dan dapat menghasilkan sinergitas dalam membangun pelabuhan yang baik dan sehat terutama di Pelabuhan Tanjung Priok,” pungkasnya.

Adapun narasumber pada forum tersebut dari Badan Narkotika nasional (BNN) dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Ire Djafar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.