Harga BBM Naik, Pelindo Regional 4 Makassar Komitmen Beri Pelayanan Maksimal

  • Whatsapp

Maritim Indonesia — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Makassar berkomitmen akan tetap memberikan pelayanan maksimal kepada para pengguna jasa meskipun saat ini harga bahan bakar minyak (BBM) kembali naik yang tentunya juga berimbas pada aktivitas di pelabuhan.

Hal itu diungkapkan General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Suhadi Hamid Aly, menanggapi “Bincang Santai Menyikapi Kenaikan Harga BBM” yang menghadirkan narasumber yaitu, Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Yudi Frianto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Makassar Zainal Ibrahim, dan Humas PT Pertamina Regional Sulawesi Laode Syarifuddin di Cafe Daily Makassar, Rabu (7/8).

Read More

Kegiatan tersebut dihadiri beberapa stakeholder dan asosiasi di pelabuhan antara lain, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 dan Pelindo Regional 4 Makassar, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Sulsel, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Sulsel, Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sulselbar, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Ujung Tanah dan KNPI Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, serta beberapa tamu undangan lainnya.

Suhadi mengatakan, sejak awal September tahun ini pihaknya sudah menerapkan fuel surcharge atau penyesuaian biaya di pelabuhan yang telah disepakati bersama dengan para asosiasi yang ada.

“Sehingga kenaikan harga BBM kali ini tidak begitu berpengaruh signifikan terutama terhadap aktivitas di Pelabuhan Makassar sebab telah dilakukannya fuel surcharge pada awal September tahun ini,” kata Suhadi.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Yudi Frianto menuturkan bahwa tujuan dari diadakannya “Bincang Santai” tersebut adalah untuk menyatukan persepsi dan pendapat.

“Agar tidak ada konflik dan keributan di Pelabuhan Makassar terkait adanya kenaikan harga BBM,” ujarnya.

“Intinya agar keamanan khususnya di Pelabuhan Makassar bisa terkendali dan perekonomian di kota ini tidak terganggu,” tukas Yudi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Zainal Ibrahim menambahkan bahwa “Bincang Santai” tersebut merupakan ruang untuk berdiskusi dan berkomunikasi bagi semua pihak, untuk menyikapi kenaikan harga BBM secara bijaksana.

“Memang tidak ada solusi yang bisa menyatukan semua pihak, tapi paling tidak ada solusi yang bisa diperoleh semua pihak. Kami [Kesbangpol] Kota Makassar terbuka dengan semua masukan dari berbagai pihak,” ujarnya.

Humas PT Pertamina Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin menyebutkan, pihaknya memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan pengendalian dan menyiapkan BBM di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Makassar.

“Kami akan selalu menjalankan tugas dan amanah dari pemerintah dalam hal menyiapkan dan mendistribusikan BBM kepada pihak-pihak yang telah resmi ditunjuk. Seperti kita ketahui bersama, hampir semua aktivitas masyarakat memerlukan BBM, termasuk aktivitas di pelabuhan,” bebernya.

Oleh sebab itu lanjut Laode, pihaknya akan selalu berupaya agar kenaikan harga BBM tidak menimbulkan gejolak di masyarakat, terutama berimbas pada keterlambatan masuknya barang atau logistik khususnya di wilayah pelabuhan. (idj)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.