Harga Bahan Bakar Naik: Tarif Shipping dan Trucking di Filipina juga Naik

  • Whatsapp

Maritim IndonesiaKenaikan harga bahan bakar sebagai dampak dari kenaikan harga minyak mentah global memaksa pengusaha jasa transportasi di Filipina menaikan tariff angkutan. Tariff shipping (domestik), menurut asosiasi perusahaan pelayaran di negara tersebut – Philippine Liner Shipping Association – naik sebesar 25%. Sementara itu, tariff trucking dilaporkan naik sebesar 30%.

Ketua Philippine Liner Shipping Association Mark Parco mengatakan langkah ini diambil semata-mata untuk menjaga keberlangsungan operasional usaha menyusul kenaikan biaya operasional sebagai dampak langsung dari kenaikan bahan bakar.

“Ini adalah masalah mati dan hidupnya usaha. Ini untuk melindumgi anggota kami dari ancaman bangkrut,” tegas Parco, dikutip dari Manila Bulletin, hari ini Kamis (14/4).

Parco menggarisbawahi, kontribusi pengeluaran untuk bahan bakar telah naik dari 30-40% menjadi lebih dari 50% terhadap total biaya operasi, sebagi dampak dari kenaikan harga bahan bakar.

Parco menjelaskan tariff shipping di Filipina bersifat business to business, artinya tariff tersebut tidak diatur oleh regulasi pemerintah. Namun, para perusahaan pelayaran sudah melakukan komunikasi terkait hal tersebut baik dengan customer maupun dengan masing-masing principle  mereka.

Selain itu, ada kenaikan yang cukup besar dari sisi angkutan darat (trucking), yakni sebesar 30%. Hal ini juga dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar. (red)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.