Dukung Presidensi G20, IPC TPK Gelar Konservasi Mangrove di Bali

  • Whatsapp

Maritim Indonesia – PT IPC Terminal Petikemas/IPC TPK operator terminal petikemas anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas, melakukan Aksi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) konservasi mangrove di Kawasan Tahura Ngurah Rai, Bali.

Hal tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk dukungan presidensi G20 Indonesia. Sebanyak 5000 (lima ribu) batang mangrove jenis Rizhopora Mucronata ditanam di kawasan tersebut dengan melibatkan 90 (sembilan puluh) nelayan anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang.

Read More

“Bali menjadi kota keempat IPC TPK melaksanakan konservasi mangrove. Mangrove memiliki begitu banyak manfaat. Pelaksanaan penanaman kali ini sebagai bentuk dukungan Presidensi G20 Indonesia. Bentuk dukungan tersebut kami lakukan dengan menanam mangrove di Kawasan Tahura Ngurah Rai Bali ini,” tutur David Sirait, Direktur Utama IPC TPK, di Jakarta baru-baru ini.

Dikatakan David, penanaman pohon mangrove telah dilakukan secara simbolis pada hari Selasa tanggal 9 Agustus 2022, oleh David Sirait, selaku Direktur Utama IPC TPK yang dihadiri Made Yuda Wibawa perwakilan UPTD Tahura dan I Wayan Kona Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Guna Batu Lumbang.

“Langkah ini dilakukan selain sebagai upaya pelestarian lingkungan juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelas David.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan mangrove di Provinsi Bali mencapai 2.143,97 Ha. Dari luas tersebut, 19 hektar di antaranya termasuk kategori kerapatan jarang, serta masih terdapat habitat mangrove yang berpotensi dapat ditanami seluas 263 Ha. Dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di Bali, IPC TPK melakukan aksi tanam mangrove di Kawasan Tahura Ngurah Rai Bali.

Sejak tahun 2021, IPC TPK telah melakukan penanaman 8.225 (delapan ribu dua ratus dua puluh lima) batang mangrove yang dilakukan di Lampung, Jambi, Palembang dan Bali. Dari sisi kepelabuhanan, penanaman mangrove juga merupakan implementasi konsep green port. Adapun fungsi mangrove dalam mengatasi perubahan iklim yaitu pelindung pantai dengan sistem akarnya yang dapat meredam ombak dan menahan sedimen, pencegahan erosi, meredam pasang laut dan rob, meredam energi gelombang laut, menjadi tempat hidup keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, menjadi tempat penunjang kegiatan perikanan baik tangkap maupun budidaya, menjadi potensi wisata yang menarik serta menjadi pengendali pencemaran air.

“Mangrove memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Harapan kami, dengan penanaman mangrove ini dapat meningkatkan potensi ekowisata, di Kawasan Tahura Ngurah Rai Bali ini. Dan yang utama, mendorong pemberdayaan nelayan dalam meningkatkan ekosistem disekitar hutan mangrove juga pemberdayaan istri nelayan yang tergabung dalam Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Mina Lestari Batu Lumbang dalam mengolah mangrove menjadi produk yang dapat dikonsumsi.” pungkas David. (red)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.