Ditpolairud Polda se-Indonesia Ikuti FKK Tindak Pidana Perikanan dan Karantina di Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud

  • Whatsapp
banner 468x60

Jakarta, Maritim Indonesia – Subdit Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menggelar Forum Koordinasi dan Konsultasi (FKK) Tahun 2019 dengan tema Tindak Pidana Perikanan dan Karantina di Wilayah Perairan Indonesia’, diselenggarakan mulai tanggal 24-25 Oktober 2019.

Forum yang dihadiri oleh pejabat utama Korpolairud, pejabat Ditpolair Korpolairud, Direktur dan Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda jajaran dari seluruh Indonesia tersebut, dibuka oleh Kepala Korpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol Drs. Zulkarnaen Adinegara.

Read More

Selain forum koordinasi dan konsultasi, FKK juga sebagai ajang untuk bersilaturahmi, forum diskusi, menggali dan mengidentifikasi permasalahan untuk menjawab tantangan di bidang tindak pidana perikanan dan karantina di Perairan Indonesia.

Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen Pol Drs. Zulkarnaen Adinegara dalam sambutannya mengatakan bahwa FKK menjadi momentum yang sangat penting bagi seluruh pejabat Ditpolair baik di Tingkat Pusat maupun Kewilayahan untuk dapat saling bertukar informasi dan jaringan.

“Diharapkan pertemuan ini dapat merumuskan bagaimana strategi Polairud dalam penanganan tindak pidana perikanan dan karantina,” pungkas Zulkarnaen.

Sementara itu, Dirpolair Korpolairud, Brigjen Pol Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum berharap, melalui FKK pihaknya bisa mendapatkan solusi dari berbagai kasus tindak pidana khususnya perikanan dan karantina yang sedang terjadi dan ditangani oleh jajaran Polairud Kewilayahan.

“Saya ucapkan selamat datang kepada seluruh peserta sekalian. Saya yakin forum koordinasi ini akan memiliki peran penting, karena melalui kegiatan ini para pejabat Ditpolairud Polda berkumpul dari berbagai daerah di Indonesia dan saling berbagi ilmu dan pengalaman.

FKK yang kita selenggarakan merupakan kegiatan yang sangat penting. Saya yakin akan banyak manfaat yang dapat kita peroleh melalui forum ini, khususnya yang berkaitan dengan bagaimana penanganan tindak pidana perikanan dan karantina yang saat ini marak terjadi,” tutur Latif pada sambutannya.

Di hadapan peserta, Brigjen Latif memaparkan bagaimana program kerja Polairud kedepan yang tentunya diselaraskan dengan 5 point Visi Indonesia Maju yang disampaikan Presiden RI dalam pidatonya saat pelantikan beberapa hari lalu.

Beberapa point penting tersebut antara lain adalah peningkatan dan pengembangan SDM Polairud, peningkatan struktur organisasi Polairud, pengembangan Alut dan Almatsus yang modern, pengembangan sistem dan teknologi informatika dalam rangka pelayanan kepada masyarakat serta peningkatan pelayanan publik.

“Maka salah satu upaya mendukung upaya peningkatan dan pengembangan SDM tersebut, dalam waktu dekat Polairud akan memiliki peralatan simulator kapal yang berada di komplek Lemdiklat Polri di Ciputat Jakarta. Gedung Simulator Kapal pertama milik Polri tersebut akan kita beri nama ‘WIDODO BUDI DARMO’. Nama tersebut diambil dari nama seorang tokoh Polairud dengan berbagai prestasinya sebagai Kepala Korps Airud periode 1964/1967 dan mencapai puncak kariernya sebagai Kapolri,” ungkap Latif.

Tidak hanya itu, Brigjen Latif juga memaparkan realisasi penanganan perkara oleh Ditpolairud Polda jajaran, dimana dari target 775 perkara telah terealisasi 712 perkara.

“Tantangan kedepan akan semakin komplek, salah satu kunci untuk suksesnya sebuah penugasan adalah kekuatan sinergi. Pelaku tindak pidana dapat berpindah-pindah tempat atau lokasi, maka yang kita butuhkan sebagai petugas adalah sebuah kerjasama sebagai Tim. Di mulai dari upaya penyelidikan, penyidikan, penindakan serta penyelesaian perkaranya. Kalau kita bersinergi, maka kita akan bertambah kuat bersama-sama,” jelasnya.

Adapun narasumber yang hadir pada FKK antara lain dari Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta dari Kementerian Perhubungan Laut. Acara juga diisi dengan pengarahan dari Direktur Kepolisian Udara Baharkam Polri, panel diskusi serta paparan dari Dirpolairud Polda Papua Barat dan Polda Nusa Tenggara Barat. Ire Djafar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *