Direktur SDM Pelindo IV : “Siap Hadapi New Normal, Ini Skenarionya”

  • Whatsapp

Foto: Direktur SDM Pelindo IV, M Asyhari

Makassar, Maritim Indonesia — Seperti diketahui wabah virus Corona atau Covid-19 selama tiga bulan terakhir ini, telah menyebar menjadi wabah di hampir seluruh wilayah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan dan di Kota Makassar. Selama itu pula, untuk menghadapi situasi pandemi yang telah ditetapkan sebagai pandemi global ini, semua masyarakat diminta untuk menjalani kehidupan yang tidak seperti biasanya, yakni belajar, bekerja dan beribadah dari rumah.

Read More

Kini, setelah berbulan-bulan menjalani kehidupan yang tidak biasa itu, pemerintah mulai mengimbau kepada masyarakat untuk bersahabat dengan virus Corona dengan  menjalani kehidupan yang baru, yang kemudian dinyatakan sebagai era baru, yang disebut era “New Normal”. Apalagi, beberapa kota di Indonesia termasuk Makassar sudah menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Maka pasca Idul Fitri 1441 H, terlihat cukup banyak aktivitas sosial, bisnis dan perkantoran yang mulai menyesuaikan dengan imbauan pemerintah tersebut, termasuk PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).

Atas imbauan pemerintah tersebut, Direktur SDM Pelindo IV, M. Asyhari mengatakan  pihaknya sudah menyiapkan skenario untuk pelaksanaan The New Normal di lingkungan Perseroan.

Menurutnya, skenario New Normal akan diberlakukan secara bertahap dan dilaksanakan secara efektif, serta berlaku menyeluruh di lingkungan PT Pelindo IV pada pertengahan Juli 2020, namun pemberlakuannya tetap berkoordinasi dengan Tim Satgas Covid-19 dan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah di masing-masing cabang.

“Untuk optimalisasi dan efektivitasnya, maka manajemen perlu untuk melakukan beberapa langkah persiapan,” kata Asyhari.

Di antaranya lanjut dia, melaksanakan protokol penerapan proses bisnis untuk pelayanan jasa kepelabuhanan yakni pelayanan kapal, barang, petikemas dan penumpang.

Dia menuturkan, saat ini pihaknya sudah melakukan perubahan pola kerja yang dimulai dengan Tahap 1 yaitu pada 25 hingga 30 Mei 2020. Dimana pada Tahap 1 ini, program Work From Home (WFH) hanya diberlakukan kepada pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih.

“Dan program Work From Office (WFO) berlaku bagi pegawai yang berusia 45 tahun kebawah, kecuali yang oleh karena alasan tertentu yang tidak memungkinkan,” jelas Ashary.

Kemudian di Tahap 2 yang berlaku pada 1 hingga 5 Juni 2020, tambahnya, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih dengan komposisi 50% WFH dan 50% WFO. Serta program WFO berlaku bagi pegawai yang berusia 45 tahun kebawah.

Tahap 3 yang akan diberlakukan pada 8 sampai dengan 26 Juni 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih dengan komposisi 40% WFH dan 60% WFO.

“Di Tahap 4 nanti yang akan diberlakukan pada 29 Juni sampai dengan 10 Juli 2020, program WFH hanya untuk pegawai yang berusia 46 tahun atau lebih dan dengan perubahan komposisi yakni 20% WFH dan 80% WFO,” urai Asyhari.

Sementara itu di Tahap 5 yang akan berlaku pada 13 Juli 2020 dan seterusnya, program WFH tidak diberlakukan lagi.

“Seluruh pegawai sudah bekerja normal seperti biasa, kecuali ada pertimbangan tertentu terkait kondisi kesehatan, masa penyembuhan atau pegawai yang sedang dalam kondisi hamil,” pungkasnya.

(Ire Djafar)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.