Diperiksa Diluar Perairan Pelabuhan Tanjung Priok, 35 Kapal Dari Cina Dinyatakan Aman

  • Whatsapp

Jakarta, Maritim Indonesia – Untuk mencegah penularan virus corona yang berasal dari China ke Indonesia, maka kegiatan pemeriksaan kapal-kapal barang yang datang dari pelabuhan China berlangsung di perairan luar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Priok, Capt. Hermanta menyatakan sudah dua kali dalam seminggu ini melakukan kegiatan kordinasi dengan sejumlah instansi terkait yang melakukan pemeriksaaan pada kapal-kapal rute internasional dan stakeholder. Rapat itu untuk mengkordinasikan kegiatan pemeriksaan pada kapal dan awaknya yang datang dari China, untuk mencegah atas masuknya wabah penyakit mematikan akibat terinfenksi virus corona.

Dikatakan juga, saat ini sudah berlangsung pemeriksaan secara khusus pada kapal-kapal barang dan awaknya yang berasal dari China dari pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok didampingi berbagai instansi termasuk petugas dari Kantor Kesyahbandaran Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita sudah dua kali rapat kordinasi seluruh stake holder perkapalan pada hari Jumat (24/1) dan hari ini di terminal/pelabuhan Tanjung Priok,” ungkap Hermanta, ketika dikonfirmasi terkait sampai sejauhmana kegiatan pencegahan masuknya kapal yang berasal dari China, Senin (27/1).

Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian Karantina dan Survailen Epidemologi, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok, Brata Sugema menyatakan, selama ini kegiatan pemeriksaan pada awak kapal internasional berlangsung secara rutin untuk mencegahnya masuknya virus yang di bawa kapal dan awak kapalnya dari penyakit yang sudah dirilis dari badan kesehatan dunia. Namun dengan adanya wabah penyakit dari virus corona yang mematikan dan bisa menyebar secara global, maka tingkat pemeriksaan dilakukan secara khusus, yakni kapal yang berasal dari China pemeriksaan berlangsung di luar perairan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Sampai saat ini belum ada kapal dan awaknya yang terjangkit virus corona,“ kata Brata Sugema.

Dari data pemeriksaan atas kapal asal China dari tanggal 1 Januari sampai tanggal 26 Januari 2020 tercatat sebanyak 35 kapal yang diperiksa dengan jumlah awak kapal sebanyak 738 orang.

“Sebelum masuk kawasan perairan Pelabuhan Tanjung Priok kapal-kapal barang itu harus menjalani pemeriksaan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), jika negatif atas adanya virus Korona maka kapal bisa melanjutkan kegiatannya untuk masuk perairan pelabuhan dan penyandaran di dermaga pelabuhan yang dituju. Namun jika nantinya ada yang positip, maka akan kami bawa ke Rumah Sakit Sulianti Saroso di kawasan Sunter, Jakarta Utara,” kata Brata Sugema.

Salah seorang agen pelayaran menyatakan, selama ini pemeriksaan berlangsung pada saat kapal labuh atau di dalam perairan Pelabuhan Tanjung Priok, kini sebelum masuk perairan labuh harus diperiksa dulu. Kegiatan khusus itu berlangsung sejak Kamis malam (23/1), sejak adanya pemberitaan wabah virus corona.

(Ire Djafar)

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.