Cegah Penularan Covid-19, OP Tanjung Priok, Laksanakan Swab Test

  • Whatsapp

Maritim Indonesia – Seluruh pegawai Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (OP) Tanjung Priok, baik ASN dan PPNPN mengikuti swab test guna meminimalisir penyebaran pandemi Covid-19 di wilayah perkantoran.

Pelaksanaan swab test yang dilakukan sesuai anjuran dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 DKI Jakarta itu dilakukan di Ruang Rapat Integrity lantai I, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok sejak Senin (14/9) s/d Selasa (15/9).

Read More

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan jika tingkat penularan atau reproduction number COVID-19 di Jakarta meningkat dalam beberapa hari terakhir. Hal itu, merujuk pengetesan masif yang terus dilakukan Gugus Tugas. Meski begitu, pihaknya berupaya menekan angka Rt tersebut.

Menyoal uji usap (swab test) metode Polymerase Chain Reaction (PCR) Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama (Ka OP) Tanjung Priok, Capt. Mugen S Sartoto, menjelaskan sudah lebih dulu melakukan rapid test beberapa waktu yang lalu.

Menurutnya, belum lama ini para pegawai OP Tanjung Priok juga sudah melakukan rapid test, dan ditemukan satu orang pegawai yang reaktif. Pegawai yang reaktif tersebut kemudian kami lakukan swab, dan ternyata hasilnya positif, selanjutnya pegawai tersebut dianjurkan untuk melakukan perawatan di Rumah Sakit setempat.

Pegawai Kantor OP Tanjung Priok, ASN dan PPNPN yang sedang antri, untuk melaksanakan Swab Test, di Ruang Rapat Integrity lantai I, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok sejak Senin (14/9) s/d Selasa (15/9).
Pegawai Kantor OP Tanjung Priok, ASN dan PPNPN yang sedang antri, untuk melaksanakan Swab Test, di Ruang Rapat Integrity lantai I, Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok sejak Senin (14/9) s/d Selasa (15/9).

“Oleh karena itu, kami melakukan pengetesan swab test secara menyeluruh guna mengetahui kesehatan setiap pegawai. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk pencegahan atau pemutus mata rantai virus covid-19,” ujar Capt Mugen, melalui keterangan pers-nya pada Selasa (15/9).

Swab test ini dilaksanakan dengan memakai anggaran DIPA OP Tanjung Priok , dan setelah pelaksanaan swab test, masing-masing pegawai diberikan vitamin untuk penambah daya tahan tubuh dan perlengkapan kesehatan.
Gugus Tugas DKI Jakarta pun merekomendasikan kepada instansi perkantoran untuk menerapkan work from home (WFH).

Menurutnya, keterpaparan di perkantoran terjadi karena kurangnya ventilasi di ruangan, termasuk ruangan ber-AC, sehingga menjadi area yang mudah ditulari COVID-19.

Capt Mugen menambahkan bahwa pihaknya saat ini fokus pada pengetesan swab, penerapan protokol kesehatan, dan sterilisasi ruangan yang berada di Kantor OP Tanjung Priok, dan menghimbau kepada seluruh stake holder untuk melakukan sterilisasi setelah ditemukan adanya beberapa kasus positif COVID-19 di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok.

“Kita terus melakukan aggressive testing, penerapan protokol kesehatan, serta sterilisasi ruangan kantor. Giat agresivitas test inilah yang menemukan keterpaparan kasus di OP Tanjung Priok,” tuturnya.

Dia menegaskan, kegiatan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) juga menjadi rekomendasi dengan membatasi jumlah pegawai yang masuk kantor sebesar 25% dari jumlah pegawai.

Hal tersebut berdasarkan Regulasi PSBB DKI Jakarta, yaitu Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Penanganan Corona Virus Disease (Covid 19) di Provinsi DKI Jakarta, serta Surat dari Sesditjen Pehubungan Laut perihal Pemberitahuan SE MenPan Nomor 67 Tahun 2020 Tentang Perubahan Atas SE MenPan Nomor 58 Tahun 2020 Tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Normal Baru.

“Sedangkan kegiatan yang memberikan pelayanan publik harus tetap berjalan. Disamping itu, dihimbau agar kantor untuk lebih sesering mungkin membuka jendela sehingga pertukaran udara berjalan dengan baik,” pungkasnya.

(idj)

 

 

 

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published.