Catatan Kinerja Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan DKI Jakarta yang Terus Meningkat

banner 468x60
Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan DKI Jakarta, Hasrul, dalam Konferensi Pers di Kantor Balai Besar Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan DKI Jakarta, Selasa (2/1).
Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan DKI Jakarta, Hasrul, dalam Konferensi Pers di Kantor Balai Besar Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan DKI Jakarta, Selasa (2/1).

Maritim Indonesia — Tahun 2023 telah berlalu dan meninggalkan catatan kinerja bagi Karantina DKI Jakarta. Tidak hanya dalam pelayanan perkarantinaan impor, ekspor dan antar area, catatan kinerja Karantina DKI Jakarta juga dievaluasi terkait capaian pengawasan terhadap penangkapan, tindakan penahanan, penolakan dan pemusnahan, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), persentase serapan anggaran, indek kepuasan masyarakat serta kegiatan-kegiatan strategis lainnya.

Demikian dikatakan Hasrul, Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan DKI Jakarta, dalam Konferensi Pers yang dilaksanakan di Kantor Balai Besar Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan DKI Jakarta, Selasa (2/1).

Read More
banner 300x250

“Untuk Bidang Pengawasan dan Penindakan (Wasdak), pada tahun 2023 cukup banyak terjadi pelanggaran terhadap peraturan perkarantinaan, ini ditandai dengan banyaknya penangkapan dan penahanan serta pemusnahan yang dilakukan,” kata Hasrul.

Lebih jauh dikatakan, masuknya satwa liar illegal masih cukup marak terjadi, karena penjualan atau permintaan konsumen terhadap satwa liar untuk dipelihara para peng”hobby” masih banyak. Berbagai jenis ular eksotik seperti ular sanca, ular chondro dan ular jenis lain serta berbagai jenis burung seperti kakak tua raja dan nuri, jenis primata lainnya sering diselundupkan.

“Itulah sebabnya, kerja sama dengan beberapa instansi sangat diperlukan, seperti Badan Inteligen Strategis (BAIS) TNI, Polairud Baharkam Polri, Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Polres Jakarta Utara sangat membantu optimalisasi penjagaan di pelabuhan,” jelasnya.

Sementara di bidang Karantina Hewan, lanjutnya, Karantina DKI Jakarta telah memberikan sertifikasi pelepasan impor sebanyak lebih dari 22 ribu kali dengan volume lebih dari 1,1 juta ton. Walaupun frekwensi impor tersebut mengalami fluktuasi sejak 2021 hingga 2023, trend volume impor cenderung meningkat dari 794 ribu ton pada tahun 2021, menjadi 1 juta ton pada tahun 2022 hingga 1,1 juta ton pada tahun 2023. Berbeda dengan impor, sertifikasi dan volume ekspor karantina hewan secara konsisten meningkat sejak tahun 2021 hingga 2023. Capaian peningkatan frekuensi dan volume ekspor pada tahun 2023 masing-masing 40% dan 92%.

Kegiatan pelayanan antar area masuk juga menunjukkan penurunan frekuensi dan volume sebesar 32% dan 20% pada tahun 2023. Adapun kegiatan pelayanan antar area keluar mengalami dinamika dari tahun 2021 hingga 2023 dengan persentase peningkatan frekuensi sebesar 78% dan sedikit persentase penurunan volume sebesar 1,7%.

“Di Bidang Karantina Tumbuhan, Karantina DKI Jakarta telah memberikan sertifikasi pelepasan impor sebanyak lebih dari 42 ribu kali dengan volume lebih dari 5,6 juta ton. Walaupun frekeunsi impor tersebut mengalami fluktuasi sejak 2021 hingga 2023, trend volume impor cenderung menurun dari 5,9 ribu ton pada tahun 2021, menjadi 5,68 juta ton pada tahun 2022 hingga 5,62 juta ton pada tahun 2023,” papar Hasrul.

Hampir sama dengan impor, tambahnya, sertifikasi dan volume ekspor karantina tumbuhan juga mengalami dinamika sejak tahun 2021 hingga 2023. Walaupun ada penurunan volume ekspor sebesar 7%, frekuensi ekspor meningkat sebesar 12% pada tahun 2023. Kegiatan sertifikasi pelayanan antar area masuk dan keluar juga menunjukkan fluktuasi dengan penurunan volume yang konsisten sejak 2021 hingga 2023 pada pelayanan antar area masuk dan peningkatan volume yang konsisten sejak 2021 hingga 2023.

“Gandum menjadi komoditas impor karantina tumbuhan yang utama dengan volume sebesar lebih dari 2,7 juta ton, sedangkan untuk karantina hewan, susu menjadi komoditas impor dengan volume terbesar sekitar 373 ribu ton pada tahun 2023,” papar Hasrul.

“Tingginya impor susu ternyata berdampak positif terhadap tingginya ekspor produk susu, yaitu sebesar 30 ribu ton.” tambahnya.

Menurutnya, sudah tidak adanya larangan ekspor minyak sawit menempatkan produk minyak sawit sebagai komoditas ekspor karantina tumbuhan yang paling tinggi secara frekuensi dan volume, yaitu masing-masing 1798 kali dan 347 ribu ton.

“Walaupun berhasil mencatatkan nilai ekonomi ekspor karantina hewan dan tumbuhan masing-masing sebesar 2 dan 25 triliun rupiah, angka tersebut juga mengalami sedikit penurunan apabila dibandingkan dengan nilai ekonomi ekspor tahun 2022,” imbuhnya.

Dikatakan juga, capaian sertifikasi karantina impor, ekspor dan antar area tidak terlepas dari keberhasilan dalam mensosialisasikan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Gejolak geopolitik antara Rusia dan Ukraina disusul dengan konflik Israel Palestina cukup mempengaruhi arus perdagangan logistik di dunia.

Peningkatan frekuensi ekspor terjadi karena mulai adanya pemulihan perekonomian global pasca wabah Covid-19, bertambahnya diversifikasi produk ekspor dan Negara tujuan ekspor, serta peningkatan kepatuhan para eksportir untuk melapor ke karantina. Keberhasilan koordinasi dengan instansi terkait juga turut berpartisipasi dalam peningkatan kepatuhan pelaporan atas kegiatan tindakan karantina antar area.

Ditambahkan Hasrul, kegiatan wasdak juga turut berkontribusi dalam meningkatkan kepatuhan pemilik barang sehingga berimbas pada penurunan tindakan penahanan, penolakan dan pemusnahan. Beberapa kegiatan strategis wasdak tersebut seperti patroli gabungan, forum group discussion, bimbingan teknis, koordinasi dengan instansi terkait serta penerbitan kartu identitas Kuasa Pemilik Media Pembawa (KPMP).

“Di sisi lain, capai nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mengalami peningkatan dari 85,76 pada Semester I menjadi 86,09 pada Semester II tahun 2023. Karantina DKI Jakarta juga berhasil mengumpulkan PNBP sebesar 117 miliar rupiah atau sebesar 218% dari target tahun 2023. Anggaran yang termanfaatkan oleh Karantina DKI Jakarta selama tahun 2023 sebesar 66,6 miliar rupiah atau sebesar 99% dari Pagu Anggaran 67 miliar rupiah.” pungkas Hasrul.

(ire djafar)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *