Maritim Indonesia – Jelang musim mudik Lebaran Idul Fitri 1445 H, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok bersama Instansi Pemerintah terkait dan Stakeholders di Pelabuhan Tanjung Priok telah melakukan berbagai langkah dan upaya untuk mengantisipasi lonjakan arus penumpang di pelabuhan Tanjung Priok.
Demikian dikatakan Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, M. Takwim Masuku, dalam sambutannya saat membuka acara Media Luncheon Kantor KSOP Utama Tanjung Priok bersama Instansi Pemerintah terkait dan Stakeholders Tanjung Priok, berkolaborasi dengan para wartawan pelabuhan yang tergabung dalam Forum Wartawan Maritim Indonesia (Forwami), yang digelar di Lumire Hotel & Convention Center Jakarta, Rabu (27/3).
Acara tersebut juga dihadiri oleh Pejabat Struktural Kantor KSOP Utama Tanjung Priok, Instansi Pemerintah dan Stakeholders terkait yang terlibat dalam pengelolaan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2024 (1445 Hijiriah).
“Dengan terlaksananya kegiatan Media Luncheon di Pelabuhan Tanjung Priok ini, semoga dapat dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi, pertukaran informasi, berbagi pengetahuan, dan menyamakan persepsi dalam memberikan informasi terkait pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok,” kata Takwim Masuku.
Lebih jauh dikatakan, bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah agar
Kantor KSOP Utama Tanjung Priok Bersama Instansi Pemerintah dan Stakeholders terkait dapat bersinergi, berkomunikasi, dan berkoordinasi dengan rekan media yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok khususnya Forwami.
“Kami mengapresiasi diselenggarakannya acara seperti ini dan mengucapkan terima
kasih kepada rekan-rekan wartawan yang telah meluangkan waktunya untuk hadir.
Di samping itu, kami berharap dengan acara atau kegiatan ini dapat mengenal teman-teman media wartawan khususnya yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok,” tutur Takwim.
Ditambahkan Takwim, perkembangan layanan perlu dipublikasikan atau disebarluaskan agar bisa secepat
mungkin diketahui pengguna jasa dan masyarakat. Dalam menyebarluaskan
kebijakan, program dan kegiatan, KSOP Utama Tanjung Priok, Ditjen Perhubungan
Laut, maupun Kementerian Perhubungan, telah memanfaatkan beberapa sosial
media.
“Angkutan laut adalah salah satu pilihan
transportasi yang diminati oleh masyarakat, terutama bagi masyarakat di daerah kepulauan di mana transportasi laut menjadi satu-satunya sarana transportasi yang tersedia, selain itu, angkutan laut juga menjadi solusi untuk menghindari kemacetan di jalur darat yang sering terjadi pada saat musim mudik,” ungkap Takwim.
Dalam paraparannya Eks. Kepala KSOP Khusus Batam tersebut memaparkan
kesiapan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2024 di Pelabuhan Tanjung Priok, mulai dari persiapan angkutan lebaran, rapat koordinasi dengan instansi pemerintah dan Stakeholders terkait, hingga pembetukan tim posko terpadu di Pelabuhan Tanjung Priok.
Dijelaskan juga, berdasarkan dari pengalaman tahun sebelumnya diprediksi akan terjadi kenaikan penumpang pada masa Angkutan Laut Lebaran Tahun 2024. Pemerintah telah mengestimasi bahwa puncak arus mudik lebaran 2024 akan terjadi pada rentang tanggal 5-8 April, sementara arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 13-16 April. Pada hasil rapat koordinasi pusat, jumlah pemudik angkutan laut pada lebaran tahun
ini meningkat 25%, penumpang naik 30.746 jiwa dan penumpang turun 35.360 jiwa.
Menurutnya, Direktur Jenderal Perhubungan Laut juga memerintahkan pelaksanaan posko pemantauan di 264 pelabuhan Indonesia mulai 26 Maret 2024 (H-15) hingga 26 April 2024 (H+15) melalui Instruksi Dirjen Hubla nomor IR-DJPL 2 Tahun 2024 tanggal 19 Maret 2024 tentang Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2024 (1445 H). Posko-posko ini bertujuan untuk memantau situasi di lapangan sekaligus menjamin
kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan penumpang melalui angkutan
laut.
“Kami telah memastikan seluruh armada kapal dalam keadaan laiklaut dan bahu
membahu dalam meningatkan pengawasan terhadap keselamatan dan keamanan pelayaran, termasuk mengantisipasi cuaca ekstrim,” paparnya.
Untuk membantu kelancaran arus mudik/balik penumpang kapal dari Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, lanjutnya, KSOP Tanjung Priok juga telah berkoordinasi dengan Suku Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta terkait rencana bantuan penyediaan angkutan bus lanjutan Transjakarta baik untuk terminal penumpang maupun Dermaga Ex.Presiden. Selanjutnya Suku Dinas Perhubungan Provinsi Jakarta akan berkoordinasi dengan Dewan Transportasi Jakarta kiranya bus Transjakarta dapat beroperasi selama periode angkutan lebaran.
“Adapun waktu penyelenggaraan mudik di Pelabuhan Tanjung Priok, pendaftaran
Mudik Gratis Sepeda Motor Naik Kapal Laut sudah dibuka pada tanggal 13 Maret
2024 s.d. 4 April 2024. Program Mudik Gratis melalui Tanjung Priok , Jakarta – Tanjung Mas, Semarang berangkat pada tanggal 5 dan 7 April, sedangkan arus balik
Tanjung Mas – Tanjung Priok, Jakarta pada tanggal 13 dan 15 April 2024. diberikan untuk 9.800 penumpang dan 4.800 sepeda motor untuk empat kali jalan,” urai Takwim.
Dikatakan juga, berdasarkan rekapitulasi pendaftar peserta Mudik Gratis Sepeda Motor Naik Kapal Laut pertanggal 26 Maret 2024 pukul 13.15 WIB, arus mudik pada tanggal 5 April sebanyak 1.069 motor dan 2.399 orang dan tanggal 7 April sebanyak 1.007 motor dan 2.454 orang dengan total 2.082 motor dan 4.853 orang dari total kuota 2.400 motor dan 4.800 orang. Sedangkan untuk arus mudik balik pada tanggal 13 April sebanyak 1.021 motor dan 2.373 orang dan tanggal 15 April sebanyak 1.011 motor dan 2.431 orang dengan total 2.032 motor dan 4.806 orang dari total kuota 2.400 motor dan 4.800 orang.
“Harapannya, rekan media dapat memberikan masukan yang mungkin diketahui kami sebagai regulator. Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan semuanya yang selama ini telah menginformasikan dan mempublikasikan segala sesuatu terkait informasi Pelabuhan Tanjung Priok khususnya informasi pelayanan kepelabuhanan,” pungkasnya. (ire djafar)