Apresiasi Perempuan Tangguh IWTL, ini kata Susi Puji Astuti saat ikut Berdiskusi Melalui Zoom Langsung dari Singapura

banner 468x60

Maritim Indonesia — Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengapresiasi perempuan di Republik Indonesia yang mampu membebaskan diri dari keterbatasan agar dapat mewujudkan impian mereka, yang tergambar dalam diri dan semangat para perempuan yang tergabung dalam Indonesian Women in Transport & Logistics (IWTL).

Hal tersebut diungkapkan Susi Pudjiastuti saat ikut berdiskusi melalui zoom langsung dari Singapura, dengan anggota IWTL yang merupakan perkumpulan para perempuan Indonesia pemilik usaha, pelaku usaha, akademisi dan pekerja disektor industri Transport dan Logistik.

Read More
banner 300x250

“Yang pertama saya ucapkan terimakasih karena sudah diundang dan diajak bergabung disini walau harus melalui zoom, disela-sela kesibukan saya menemani cucu  holliday, namun saya berusaha meluangkan waktu karena ternyata saya tidak sendiri perempuan dan kita sama-sama perempuan yang merupakan insan transportasi, saya sangat senang sekali dengan adanya persatuan perempuan dibidang transportasi ini, saya ucapkan selamat kepada seluruh wanita Indonesia khususnya yang bergerak dibidang transportasi, selamat hari Ibu untuk ibu-ibu semua, selamat juga atas peluncuran buku IWTL tentang transportasi, tentunya ini hal yang sangat baik, saya belum baca bukunya mudah-mudahan nanti saya bisa dapat satu sample bukunya untuk saya baca,” kata Susi Pudjiastuti kala itu.

Dalam diskusi tersebut, Susi mengatakan bahwa wanita Indonesia harus mulai liberating atau membebaskan diri dari keterbatasan pemikiran-pemikiran sebagai wanita. Menurutnya, kaum perempuan jangan terus berpikir bahwa sebagai seorang perempuan maka dirinya tidak diperbolehkan melakukan berbagai macam hal.

“Ibu-ibu semua, para wanita yang bergerak di bidang transportasi, saya yakin sebetulnya opportunity walau diragukan tetapi diberikan kepada kaum perempuan biasanya kita bisa jauh lebih baik, dan saya yakin transportasi di Indonesia sangat membutuhkan sentuhan, pemikiran dan women sense dari kita semua wanita-wanita, dan saya berpikir dengan adanya IWTL ini kita bisa melihat banyak peluang apa yang bisa kita lakukan di bidang transportasi kedepannya,” kata Susi yang disambut tepuk tangan meriah oleh semua yang hadir.

Lebih jauh disampaikan, Indonesia sebagai negara kepulauan very good connectivity, yang mana good connectivity itu diperlukan untuk pembangunan dan juga persatuan bangsa Indonesia. Karena kalau connectivity tidak bagus, maka hasilnya nanti kita scated karena negara ini adalah negara kepulauan.

“Jadi transportasi menjadi hal yang sangat vital dan sangat penting sehingga harus dilakukan dengan betul-betul serius, baik dan well connected, yang mana well connected ini hanya dimungkinkan kalau koordinasi dan coorporation antara stakeholder pengusaha dan para pelaku usaha dan regulator, operator dan administratornya semua baik koordinasinya maka Indonesia connectifity itu menjadi hal yang betul-betul bisa diandalkan untuk kemajuan pembangunan, percepatan pembangunan dari negara kita,” tutur Susi.

Ditambahkan Susi, “Saya melihat disini wanita-wanita Indonesia membuat persatuan wanita di bidang transportasi, adalah hal yang sangat penting dan sangat krusial untuk bisa melakukan jembatan-jembatan dan mediasi-mediasi baik dengan regulator maupun dengan administrator, karena tanpa itu biasanya negara kita ini yaa… dibilang negara maju, belum juga kalo di bidang birokrasi, birokrasi di kita selalu menjadi faktor yang sangat berat untuk para pelaku usaha.”

“Kadang-kadang didalam dunia usaha kompetisi itu harus ada. Tapi kadang kompetisi ini menjadi sulit karena regulatornya tidak terlalu fair misalnya, nah disini asosiasi menjadi satu hal yang sangat penting untuk memastikan bahwa opportunity usaha, opportunity aktivitas bisnis transportasi ini bisa diberi peraturan yang fair dan adil untuk semua pelaku usaha. Kalau itu bisa dilakukan dan asosiasi ini menjadi wadah yang memastikan fairness dan opportunity itu ada untuk semua pelaku usaha transportasi, yaa… itu tentunya akan sangat membantu.” papar Susi.

Susi berharap, organisasi IWTL ini kedepan bisa semakin kuat, dan bisa mengakomodir dan menjadi jembatan para anggotanya, untuk mampu berbicara dan berkoordinasi dengan regulator dalam hal ini pemerintah.

“Jadi menurut saya, adanya IWTL ini sangat baik sekali, dan tentu dengan segala senang hati dan optimisme yang tinggi opportunity bisnis transportasi di Indonesia sangat besar dan sangat dibutuhkan, ini bisa mentrigger gerakan bisnis yang luar biasa, dan Indonesia pembangunannya bisa lancar kalau connectivity transportasinya bagus, kalau tidak ya tidak bisa, jadi tentu saya berharap IWTL ini bisa menjadi sebuah vehicle andalan bagi anggotanya, saya anytime kalau diperlukan akan siap membantu dan mendukung IWTL, bisa diskusi setiap saat baik secara zoom semoga nanti bisa diskusi secara langsung,” urai Susi.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Karena waktunya sangat singkat, maka di sesi ini hanya dua anggota IWTL diberi kesempatan untuk bertanya.

Pertanyaan pertama, "Saya pengagum ibu Susi, dari sejak menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan, yang pada saat itu kalau ada kapal pencuri ikan di perairan Indonesia, maka ibu Susi akan dengan tegas menghalau dengan semboyan khususnya yaitu Tenggelamkan! Dan slogan itu dipakai kalau ada yang macam-macam, kita Tenggelamkan saja. Apa kegiatan ibu Susi saat ini?"Jawaban ibu Susi, "Saya Jobless, namun satu bulan ini saya kembali diminta untuk menjadi CEO Susi Air lagi, dikegiatan lain saya ada pandu laut nusantara yaitu organisasi non provit yang bekerja untuk lingkungan, kemanusiaan, untuk membantu nelayan, advokasi masalah-masalah ABK dan masalah-masalah lain, kegiatan lain di rumah karena insting bisnis ada kalau ada peluang yah bisnis trading, sekarang jadi jurnalis media sosial saja untuk membantu lingkungan, kemanusiaan."
Pertanyaan pertama, “Saya pengagum ibu Susi, dari sejak menjabat sebagai Menteri Perikanan dan Kelautan, yang pada saat itu kalau ada kapal pencuri ikan di perairan Indonesia, maka ibu Susi akan dengan tegas menghalau dengan semboyan khususnya yaitu Tenggelamkan! Dan slogan itu dipakai sampai sekarang, kalau ada yang macam-macam, kita Tenggelamkan saja. Pertanyaan saya, apa kegiatan ibu Susi saat ini?”
Jawaban ibu Susi, “Saat ini saya kembali diminta untuk menjadi CEO Susi Air,  dikegiatan lain saya ada pandu laut nusantara yaitu organisasi non provit yang bekerja untuk lingkungan, kemanusiaan, untuk membantu nelayan, advokasi masalah-masalah ABK dan masalah-masalah lain, kegiatan lain bisnis trading, sekarang jadi jurnalis media sosial juga untuk membantu lingkungan dan kemanusiaan.”

Pertanyaan kedua adalah, “Saya pernah naik pesawatnya ibu Susi waktu ke Pangandaran, itu pengalaman berkesan saya. Apakah ibu bisa hadir jika ada waktu senggang kita bisa dikabarkan supaya kita bisa kumpul dan diskusi secara langsung?”

Ibu Susi menjawab, “Terimakasih bu, kalau ke Pangandaran silahkan mampir, kantor Susi Air kan ada di Pangandaran, saat ini saya lebih banyak menghabiskan waktu di Pangandaran daripada di Jakarta, kami tunggu di Pangandaran yah.”

Sementara itu Ketua Umum IWTL RR. Susana Riana Sari, pada kesempatan tersebut juga menyempatkan diri bersay hello langsung dengan Bu Susi.

“Kami sangat berterimakasih atas waktu dan kesediaan ibu Susi untuk  berdiskusi langsung dengan kami, dan tentu saja ini menjadi motivasi dan penyemangat kami serta menjadikan kami semakin kuat menghadapi tantangan-tantangan kedepannya,” kata Susana Riana yang disambut baik Susi Pudjiastuti.

IWTL, berbagi inspirasi menapaki proses perjuangan menuju impian

Seperti diketahui, IWTL telah menerbitkan sehuah buku yang peluncuran buku perdana IWTL telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Perpustakaan Nasional Jakarta, bertepatan dengan hari Ibu tanggal  22 Desember 2023, dihadiri oleh Pengamat Maritim Chandra Motik Yusuf, Ketua Umum Iwapi Dewi Motik Pramono, Kepala Perpustakaan Nasional Agus Sutoyo, para Pengurus IWTL, perwakilan 25 organisasi serta 28 penulis buku.

“IWTL mempunyai kearifan lokal mengajak bersama- sama perempuan Indonesia, setara maju bersama. Namun apapun ingat, kaum perempuan masih punya sikap sebagai perempuan dan harus tetap hormat kepada suami,” kata Susana Riana Sari selaku Ketua Umum IWTL dalam sambutannya.

“Kami berharap bisa menjadi komunitas atau organisasi yang unggul untuk kemajuan perempuan Indonesia, khususnya di bidang transportasi logistik, sesuai misi visi kami. Semoga reborn kita karya dari 28 penulis bisa melahirkan inspirasi  setara dengan yang lain,” tambahnya.

Sementara itu Ketua Iwapi Dewi Motik Pramono mengatakan, dengan banyak membaca dan mencintai Tuhan akan membuat keberkahan rejeki.

“Kita perempuan Indonesia siapa yang tidak suka uang, namun kita jangan mendewakan uang, sejarah mengajarkan kita, kalau kita mendewakan uang akan hancur. Kita harus cinta Allah, kita harus banyak menimba ilmu, banyak baca Insya Allah uang datang dengan sendirinya,” ungkap Dewi Motik.

Dewi Motik mendorong para perempuan Indonesia dalam mengisi kemerdekaan terus berkarya untuk bangsa. Walau tetap harus mengurus Rumah Tangga tetapi tetap bisa berkarya.

“Peran kaum ibu di mulai ketika Bung Karno mengatakan pada 28 Oktober 1928, bahwa perempuan perempuan Indonesia ikut merebut kemerdekaan,” pungkasnya.

Adapun ungkapan hati dari anggota IWTL, “Umumnya ibu rumah tangga sering menghadapi berbagai macam rintangan dan keraguan dari dalam diri atau dari orang terdekat. Hal tersebut membuat para perempuan sering pesimis dalam meraih impian dan cita-citanya. Para perempuan sangat ragu memaksimalkan potensi yang ada pada diri mereka. Kami dari Indonesia Women in Transport & Logistics berkumpul untuk berbagi inspirasi perjalanan kami dalam menapaki proses dan perjuangan menuju impian kami di bidang transportasi dan logistik.”

Di dalam buku IWTL ada 28 tulisan inspirasi dari para pejuang wanita yang dapat menjadi pedoman atau inspirasi bagi para perempuan di bidang transportasi dan logistik yang sedang berjuang untuk lebih berani mendobrak zona nyaman dan terus konsisten menjunjung impiannya. Sehingga jumlah perempuan yang berprestasi dan berkarya akan semakin tumbuh dan semakin banyak lagi.

Sebagai informasi, Indonesian Women in Transport & Logistics (IWTL) adalah  Perkumpulan para perempuan Indonesia pemilik usaha, pelaku usaha, akademisi dan pekerja disektor industri Transportasi dan Logistik.

IWTL diketuai dan didirikan oleh RR. Susana Riana Sari, SE., MMTr., CFF., CPSCM., CMILT, pada tanggal 11 Juli 2020 dan diresmikan pada tanggal 3 April 2021 di Jetiga Farm & Joglo di Bodogol, Bogor-Sukabumi, Jawa Barat.

(ire djafar)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *